FOUR WOMEN DREAMER

FOUR WOMEN DREAMER

  • WpView
    GELESEN 136
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Juli 28, 2016
WpInfo
Belletristik
Fantasy
Prolog "Eh gimana kalau kita bikin permainan?" tanya seorang siswi berambut panjang berkacamata pada ketiga temannya itu. "Permainan apaan?" tanya balik seorang siswi yang baru saja memantapkan hatinya untuk memakai jilbab yaitu Oneng. "Jadi gini nih, ini cuma iseng-iseng doang yah sambil kita nunggu jam istirahat, lagian gurunya nggak ada." Jawab Nike yang memiliki ide permainan ini, lalu Nike menyobekkan kertas dari buku tulisnya."Kita buat daftar permainannya dulu, pertama yang ditulis dalam kertas ini yaitu siapa yang duluan nikah?" seru Nike dengan antusiasnya. "Ah lu ada-ada aja Nik." Pekik Suci dengan santainya. "Eh tapi kayanya seru tuh, coba aja lagian kita juga nggak ngapa-ngpain." Timpal Cibe sebari memutar-mutarkan Handphonennya."Oke gue lanjut ya." Sahut Nike sambil menuliskan apa yang dirinya ucapkan.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Oddly Coupley (Complete)
  • FANTASY BEFORE SLEEP
  • Silent, Please! (Re-up)
  • My Annoying Little Wife #WRITONwithCWBP
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Tolong, Aku Kepeleset Cinta! [END]
  • ♪*⁠.⁠✧𝐒𝐮𝐦𝐦𝐞𝐫 𝐒𝐧𝐨𝐰☆゚⁠.⁠* [ᴛᴡɪsᴛᴇᴅ ᴡᴏɴᴅᴇʀʟᴀɴᴅ x ʀᴇᴀᴅᴇʀ]
  • Turn (Never lose hope)

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien