Ya Ustadz, Ana Uhibbuka Fillah

Ya Ustadz, Ana Uhibbuka Fillah

  • WpView
    Lectures 14,289
  • WpVote
    Votes 354
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., févr. 2, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku ingin mencintai seseorang dengan cara yang Allah cintai..." Tutur gadis berkerudung abu lembut. Tatapannya masih tertunduk takzim. Seorang lelaki yang berada tepat di hadapannya membalas kata-kata sang gadis, "Sesungguhnya cinta itu suci, maka apabila cinta mengajak kita pada kemaksiatan itu bukanlah cinta melainkan nafsu." lelaki berkemeja putih yang digulung selengan itu membuang nafas berat sebelum akhirnya kembali berujar. "Ku pinang kau dengan segenap hafalan Qur'an ku..." Deg! Kata-kata sang lelaki membuat gadis bekerudung abu membeku seketika, kerja jantungnya memompa lebih cepat. Nadinya berdenyut tak beraturan seiring nafasnya yang kian memburu. "Maukah kau menjadi kekasih halalku?" lanjut sang lelaki. Gadis berkerudung abu masih terpekur menatap tanah, lidahnya kelu, sejurus kemudian butiran-butiran bening menganak sungai di kedua pipinya.... Penasaran? Yukkk pada baca....
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Cinta Suci Zahra✓
  • ALESYA (END)
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Said Bismillah if you love me
  • Pahala Surgaku✓
  • Assalamualaikum, Gus ✔ [Terbit]
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Qanita

Hari ini hujan turun dengan deras. Awan sangat hitam, petir saling menyahut, sama seperti hati ku saat ini. Cuaca ini sangat mewakili hati dan perasaanku, kelabu. Aku berjuang untuk nya, tapi dia tidak. Aku hanya ingin mengambil perhatian nya supaya dia suka padaku. Tapi dia, hanya sebatas menghargai ku saja dan tanpa ada niat untuk membalas perasaanku. Ohhh, itu sangat menyakitkan bagi ku. Dia berkata memiliki rasa yang sama, tapi aku tidak pernah melihat keyakinan dari matanya. Aku hanya bisa berjalan dan menangis karna perjuangan ku tak di hargai,lelah rasanya berjuang sendiri. Sampai di pertengahan kota, aku melihat seorang lelaki membawa payung dan tersenyum hangat yang membuat ku tersipu malu. Dia mengajakku ke rumah nya. Awal nya aku curiga dan merasa was-was kepada lelaki tersebut. Tapi entah aku merasa ingin mengikutinya dan ada dorongan dari mana aku ingin mengikutinya. Ahh, dia menggenggam tanganku yg membuat ku tak bergerak sama sekali, hanya mengikuti langkah nya. Dan sampai di ujung jalan, ada satu rumah yg berbentuk hati. Aku terkejut melihat nya, dia mengajak ku masuk untuk menghangatkan badan dan membilas diri karna aku sangat basah. Sudah berjalan beberapa hari, dia sangat perhatian dengan ku, ia memberikan semua yang sebelum nya belom pernah aku rasakan. Aku merasa berwarna kembali dan tersenyum untuk kesekian kalinya. BTW, itu kata perumpamaan yaa guys. Manaada rumah berbentuk hati, halu deh haha:v Awas typo bertebaran! Cerita pertama di akun ke2🤗 Semoga kalian suka. @_diana283

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu