Kutipan Kata

Kutipan Kata

  • WpView
    Leituras 6,394
  • WpVote
    Votos 91
  • WpPart
    Capítulos 39
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jul 8, 2018
WpInfo
Não Ficção
Kutipan yg bersumber dari lirik lagu, pengalaman sendiri, dan dari mana² saja *Votenya jangan lupa yaa agar saya termotivasi untuk terus berkarya *
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • friendship of two worlds
  • KEPASTIAN CINTA
  • KATAQUotes
  • VMQUOTES
  • Treasure Lyrics Song
  • sayangnya cila ke ciara
  • Ungkapan Perasaan.
  • Quotes About Everything

Hujan turun pelan di atas pemakaman yang sepi. Langit kelabu menggantung rendah, seolah ikut berduka. Seorang gadis berbaju hitam berdiri kaku di depan sebuah nisan. Tangannya gemetar saat menggenggam bunga putih yang mulai layu, kelopaknya basah oleh hujan-atau mungkin oleh air matanya sendiri. Ia membiarkan air mata jatuh satu per satu, tanpa berusaha menghapusnya. "Andai waktu itu gue ada di sana..." Suaranya serak, hampir tenggelam oleh angin dan rintik hujan. "Mungkin sekarang kita masih bareng, Rel. Lo masih berdiri di samping gue-cerewet, ketawa tanpa mikir, seolah dunia nggak pernah bisa nyakitin kita." Ia menunduk, bahunya bergetar. Tanah di bawah nisan itu masih basah, masih baru-seperti luka di dadanya yang belum sempat kering. "Tenang di sana, ya," bisiknya lirih. Angin berhembus pelan, menyapu rambutnya yang basah, seolah menjawab doa yang tak pernah selesai. Hari itu adalah hari pertama tanpa Aurel- hari yang tidak pernah benar-benar dimulai, karena sebagian dari dirinya ikut terkubur di sana.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo