Start With Me

Start With Me

  • WpView
    Reads 2,994
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 31, 2022
"Claudia Syalwa Prasetyo Menikahlah denganku.."ucap Gilang Lagi dengan tegas. "bang?" Tanya Wawa dengan kening berkerut.apa ini lamaran batinnya.Dia tak pernah menyangka dapat lamaran yang berupa perintah. Meski tak pernah terbayang di kepalanya mendapatkan lamaran yang romantis layaknya drama. Tapi tidak pernah juga terpikir di perintah untuk menikah oleh pria yang di kaguminya namun mustahil baginya. "Di menikahlah denganku, kamu butuh jodoh dan aku butuh istri" jawab Gilang lagi Santai. ***** Romantis memiliki porsinya sendiri pada setiap pelakunya... Senang sedih tertawa menangis adalah elemen kehidupan, tergantung suasa hati pelakunya... Kisah mereka menggambarkan elemen- elemen tersebut dengan caranya sendiri...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Saujana Sandyakala ~ Completed
  • You Promised [END]
  • Informed Consent
  • Where's Home
  • I Love You But I Hate You
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Silent, Please! (Re-up)
  • DIKANESHA

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines