Coretan Budak Media

Coretan Budak Media

  • WpView
    LETTURE 133
  • WpVote
    Voti 5
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, ago 19, 2016
Segala coretan tentang pengalaman dan inner thoughts dari kaca mata seorang yang terlibat dalam bidang media. Tulisan ini khas buat kalian yang berada dalam bidang media yang berkongsi cita-cita saya untuk menghidupkan media yang berfikrah Islam, meniupkan semangat-semangat yang lesu untuk terus bersemangat. Buat kalian yang bergiat aktif dalam media NGO dakwah dan tarbiyah, terutamanya! Mudah-mudahan bermanfaat!
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • JANJI YANG TERPUTUS [ C ]
  • Bidadari Huzair
  • Cinta Yang Menyakitkan [  Series Aazeen ] ✔️
  • Cinta untuk Miss Doktor
  • Hidayah Dia
  • Quotes
  • A Dakwah From Budak Spec
  • Introvert & Tuhan
  • Uɴᴛᴜᴋ ᴋᴇ Sʏᴜʀɢᴀ ✓[C] | هجرة

Muhammad Zayyan Firas, pegawai komando PASKAL. Hidupnya terbiasa dengan medan perang, kehilangan, dan kehilangan semula. Baginya, cinta bukan lagi sesuatu yang perlu dikejar... sehinggalah Allah hadirkan Nur' Atiqah dalam hidupnya. Gadis muda yang tidak sempurna, tapi cukup sederhana untuk menyentuh bahagian hati yang paling dalam. Dengan satu lafaz, mereka disatukan. Dalam ikatan yang bukan sekadar janji dunia, tapi ikrar di hadapan Tuhan. Namun takdir tak pernah menjanjikan jalan yang lurus. Satu misi mengubah segalanya. Satu tembakan memisahkan mereka. Satu kehilangan yang membuatkan rindu bertukar jadi doa. Dan doa menjadi satu-satunya bahasa antara dua jiwa yang terpisah oleh jarak, waktu... dan ujian yang tidak kelihatan. Zayyan masih berdiri di medan tugas. Atiqah masih di katil ujian. Tapi cinta mereka tidak pernah rebah. "Kalau saya tak sempat ada waktu awak buka mata, ingatlah... saya sentiasa tunggu. Dalam diam, dalam doa, dalam setiap detik saya masih hidup." Ini bukan kisah cinta biasa. Ini kisah dua jiwa yang dipertemukan atas nama Allah... dan diuji juga atas nama yang sama. Kerana janji yang disebut dalam sujud, tidak akan pernah hilang arah. Ia hanya menunggu untuk ditunaikan. Dengan sabar. Dengan setia. Dengan takdir.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti