We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
WORDS - Write It Down

WORDS - Write It Down

  • WpView
    Reads 3,553
  • WpVote
    Votes 325
  • WpPart
    Parts 81
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kadang kita hanyalah jiwa yang bisu. Tak mampu berkata kemudian menipu. Berharap baik baik saja, padahal sakit di jiwa. Bilang tak apa-apa, tapi berharap tatapan mengapa."
All Rights Reserved
#141
keluhkesah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Aksara Tak Bertuan
  • Ruang Diksi [Completed]
  • Perihku Ditinggalkan
  • Red
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Akhir Sebuah Perjalanan
  • Nasihat dalam Puisi

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines