Anak Sekolah (OS)

Anak Sekolah (OS)

  • WpView
    LECTURAS 106
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida lun, ago 22, 2016
"Berkelahi, membawa benda tajam serta alat-alat make up? Masih biasa bu? Ini sudah keterlaluan. Masa ibu masih mau diamin?" ucap Bu Amel serius dengan penuh penekanan. "Wah. Kali ini tidak bisa kita biarkan. Adakan razia besok. Semua yang membawa peralatan itu harus kita sidang" balas guru BK sambil berdiri. Bagaimana bisa? Anak yang statusnya masih pelajar melakukan hal seperti orang tak berpendidikan? Kita seharusnya memberi tahu mereka bukan malah membiarkannya.
Todos los derechos reservados
#2
konfliksekolah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ELGITA  (TERBIT)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Talaskar [End]
  • Penyesalan Di Akhir
  • Aku Ingin Bercerita
  • LANGIT {NEW VERSION}
  • Cinta Beda Agama || Antara Masjid Dan Gereja
  • AFKARA [END]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido