Anak Sekolah (OS)

Anak Sekolah (OS)

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 22, 2016
"Berkelahi, membawa benda tajam serta alat-alat make up? Masih biasa bu? Ini sudah keterlaluan. Masa ibu masih mau diamin?" ucap Bu Amel serius dengan penuh penekanan. "Wah. Kali ini tidak bisa kita biarkan. Adakan razia besok. Semua yang membawa peralatan itu harus kita sidang" balas guru BK sambil berdiri. Bagaimana bisa? Anak yang statusnya masih pelajar melakukan hal seperti orang tak berpendidikan? Kita seharusnya memberi tahu mereka bukan malah membiarkannya.
All Rights Reserved
#47
popularitas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • LANGIT {NEW VERSION}
  • Bumi ; The Hurt
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Langkah kecil Shani
  • Titipan Sementara
  • AFKARA [END]
  • Penyesalan Di Akhir
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines