Special Day With Adit

Special Day With Adit

  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 9, 2020
"Kejutan yang tak terbayangkan akan hadir pada akhir dari harapan yang dipertahankan. Karena sesungguhnya takdir itu akan menyakitimu sebelum akhirnya membahagiakanmu" Hari itu, ia terus memintaku untuk menemaninya membelikan sesuatu untuk seseorang yang disukainya. Ia terus berceloteh tentang perempuan yang selalu mengiasi harinya. Ada rasa iri dalam hatiku terhadap perempuanyang mampu menyita perhatiannya. Sedangkan aku, walau sudah bersahabat dengannya hampir 3 tahun. Dia sama sekali tidak menunjukkan perasaan suka terhadapku. Malam itu juga aku menjadi saksi, tentang bagaimana perasaannya terhadap perempuan itu. Ceritanya, senyumnya, dan waktunya yang ia berikan untuk seseorang itu. Sampai pada akhirnya, sesuatu yang tidak aku duga datang. Malam itu juga, detik itu juga. Aku menjadi saksi bahwa dia sangat bahagia dengan pilihannya.
All Rights Reserved
#498
coolboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chiisana Tenohira
  • Rahasia Cinta
  • Si Sabes (IYK 1)
  • My Destiny (Complete)
  • However, We Are Together ✓
  • AGAVAN (H I A T U S)
  • [✓] Second Time
  • Pertemuan Cinta (END✅ + REVISI✅)
  • Proxima Centauri
  • Rumah Dan Teman? [END]

Hanya bisa tersenyum dari kejauhan dan selalu merasa bahagia walau hanya melihatnya dari kejauhan saja. Aku sangat menyukainya, tapi aku tak bisa berbuat apapun untuk bisa membuatnya tahu tentang perasaanku kepadanya. Bahkan sampai dia pergi dua setengah tahun yang lalu, masih terlihat jelas diingatanku terakhir kali aku melihatnya. Ketika itu fuyuyasumi sedang berlangsung, dan saat itu pula aku masih duduk dibangku kelas dua SMP. Aku dan ayah menjemput kedatangan nenek dan kakek di bandara. Tak sengaja aku melihatnya bersama seorang lelaki dewasa yang mengenakan mantel berwarna hitam duduk tepat disampingnya. Aku rasa itu ayahnya. Mereka duduk diruang tunggu bandara dengan tas dan koper yang mereka bawa. Saat itu, aku bertanya-tanya sedang apa dia di bandara. Perasaanku bercampur aduk dengan banyak pertanyaan bersarang dikepalaku. Mungkin mereka pergi berlibur? Tapi tetap saja aku takut sesuatu hal yang tak kuinginkan terjadi. Tak lama kemudian mereka berdua pergi meninggalkan ruang tunggu. Saat fuyuyasumi berakhir, di hari pertama kembali ke sekolah aku tak pernah melihatnya lagi. Ternyata sesuatu hal yang kutakutkan benar terjadi. Bahkan sudah dua setengah tahun berlalu aku tak pernah melihatnya lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines