Senja Terakhir di Bumi

Senja Terakhir di Bumi

  • WpView
    Reads 836
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 6, 2017
"hidup itu tak ada. tapi mati adalah keniscayaan." sebuah perenungan. beberapa kecemasan yang mengutuhkan kemanusiaanku, mungkin juga kalian. note: - puisi-puisi ini yang sempat ada hasrat untuk saya bukukan. namun karena suatu hal, saya memutuskan untuk menyimpannya di sini~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Dibalik Diam.
  • THIS YOU!!?
  • Last Gift ✔
  • seirenes
  • The end
  • Untuk Dimas (End) REVISI
  • Kehidupan Yang Saya Lihat (END)
  • Be My Love ✅

Merindulah jika hati tak sanggup untuk berjauh, merindulah sampai hatimu menggebu ingin memanggil namaku. kau pantas merindu untuk hal-hal yang kau anggap peneduh. kau bisa saja pergi, kau bisa saja kembali itu terserah kepututusanmu. tapi rindu akan utuh dalam benakmu yg selalu sendu. "kita hitam dan putih tah seharusnya menyatu,pergilah cari warna yg bisa kau satukan"-kamu❤ Sedikit kata yang kurangkai dan kudedikasikan untuk seseorang yang pernah menetap bertahun-tahun lamanya, serta pergi tanpa di minta dan menyakiti tanpa diduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines