From Earth to Heaven ( Mencintai Prajurit )

From Earth to Heaven ( Mencintai Prajurit )

  • WpView
    Reads 85,472
  • WpVote
    Votes 4,816
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah nyata. Inspired by Almarhum Pratu Anumerta Kiki Kirwan (Prada Kiki) 02 Januari 1994 - 20 Maret 2016. Salah satu korban yang meninggal pada Kecelakan Helikopter di Kasiguncu, Poso. Perkenalkan, saya Dian. Seorang perempuan yang menjalin hubungan dengan Prada Kiki Kirwan, atau yang saya panggil sehari-hari sebagai "Aa Kiki" hingga di akhir usianya. Tujuan saya menulis kisah, atau lebih tepatnya disebut sebagai kenangan ini adalah karena pada awalnya saya berniat untuk mengabadikan kenangan bersama Almarhum dalam bentuk tulisan. Walaupun ia sudah tiada, setidaknya kenangan tentangnya abadi dalam tulisan. Saya berharap dengan tulisan ini, teman-teman pembaca bisa setidaknya mendapatkan gambaran bagaimana kira-kira sosok almarhum Pratu Anumerta Kiki Kirwan semasa ia masih hidup.
All Rights Reserved
#23
bali
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 03.45
  • Asmaraloka Sang Letnan [END]
  • Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo)
  • Sepotong Kue Kenangan dan Secangkir Kopi Pahit
  • He Was My First Love
  • Loom
  • Renjana
  • BREATHE
  • Aku, Kamu Dan Dia
03.45

[Update ulang dengan revisi setiap Minggu, Rabu, Jumat] Semenjak kecelakaan yang merenggut nyawa ayah serta membuat ibunya tak bisa sembuh, Pradnya Nathania selalu terbangun dari tidurnya setiap pukul 03.45 pagi. Selain itu, keganjilan pun dialami Pradnya. Karena melihat sebuah kecelakaan besar dengan matanya sendiri, Pradnya mulai memiliki firasat dan seolah memiliki penglihatan akan kecelakaan-kecelakaan lain yang akan terjadi di sekitarnya. Setiap pukul 03.45, Pradnya akan merenung di balkon apartemen studionya menunggu pagi. Kegiatan tersebut telah ia lakukan seorang diri selama empat tahun, sampai seorang lelaki galak pindah ke apartemen di sampingnya, Adimas Alistair. Seolah ditakdirkan Tuhan, hidup mereka tampaknya terikat oleh seutas benang merah tak kasat mata. Lalu, bagaimana dini hari Pradnya yang selalu dingin dan sepi setelah kedatangan Adimas di sampingnya? Apakah akan membaik ... atau justru sebaliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines