"Sudah di mulai .... Aku telah mengirim sinyal bahaya. Jangan takut, karena cinta adalah satu-satunya jalan untukmu. Kau mengerti, sayangku?"
Pria itu menyeringai penuh kemenangan menatap seorang gadis yang tegah merinsut mundur mengampit dirinya pada dinding.
"I'm creeping in your heart ..., aku akan menculikmu dan memanjakan dirimu, dan aku pastikan akan mengacaukanmu...." katanya yang terus berjalan ke arah sang gadis yang sesegukan menahan ketakutannya.
"Aku akan mengukir namaku di dalam hatimu. I'm a bit impatient, not that gentle and I hated you but I want you...." lanjutnya.
"No, you can't do this," desis gadis itu di sela tangisnya.
"Kau meragukanku. But, I can do that."
"Why me?"
"Because you make me so crazy, you know you do?" katanya tersenyum kecut. "So I'm untouchable man. But in the end, you can't reject me. Now, you're mine and only mine, Abby Caden.
Hal yang paling indah adalah hal yang paling menyakitkan. Cinta.
.
Brukk!
Dia keluar dari mobil sedannya dengan membanting pintu mobil keras disengaja.
"Lo siapa?" tanyanya sombong.
"Lo yang siapa?" tanya gue balik. Ish, adik kelas nyolot. Sok!
"Gue Hamid Bramawisnu. Gue siswa yang mau masuk sekolah di sini !" katanya dengan nada angkuh dan sombong.
"Gue Vianada Ainun. Ketua Osis di sekolah ini !"
----
Gue gak butuh yang sempurna. Gue cuma butuh yang bisa ngebuktiin ke gue kalau teori gue tentang cinta selama ini itu "salah".
//Vianada Ainun
Haha..., she's cool. Tidak, bukan keren, tapi KETOS itu memang benar-benar dingin. Entah apa yang membuatku bisa jatuh cinta padanya. Dan kuharap kedua-puluh jari-jari ku,hatiku,dan pikiranku mampu meluluhkan dinding es yang ada di hatinya. Ya kuharap!
//Hamid Bramawisnu
-----
@tempeorek_23
=don't coppy my story please!=