Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Please, Look At Me

Please, Look At Me

  • WpView
    LECTURES 454,009
  • WpVote
    Votes 18,402
  • WpPart
    Chapitres 24
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé mer., mars 1, 2017
WpInfo
Fanfiction
Lili, wanita tegar yang sangat mencintai suaminya, meski sang suami amat sangat membencinya,mengacuhkan dirinya, tak pernah menganggap kehadirannya. Dia tak pernah marah walaupun sang suami sering bermesraan di depan matanya. Sampai suatu ketika Suaminya, Hendra. Kecelakaan dan mengalami kebutaan, dengan rela dan iklas Lili mendonorkan matanya untuk Hendra. "Lili, kenapa kau harus melakukan ini" Hendra.menangis, meraung. bersimpuh di bawah kaki Lili. "Bangun, Hend" Lili mencoba menyuruh Hendra untuk berdiri, tetapi lelaki itu memilih bergeming. Membuat lili ikut bersimpuh. "Aku tidak apa apa, dengan begini aku tidak perlu menangis melihatmu bermesraan dengan kak San San, dan kau tak perlu berbohong lagi jika kau ingin bertemu dengannya sebab aku sudah tak bisa melihatnya lagi" Lili meraba wajah Hendra. "Aku rela melakukan apapun asal kau bahagia.Hendra" tangis Hendra semakin kencang dengan terus mengelengkan kepalanya. "Tidak, itu tidak benar Lili"
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Merpati Sayap patah || Kevin Sanjaya
  • Ditya
  • Andai Kau Tau
  • Seindah Surga Yang Dirindukan (Tamat)
  • Sesal Yang Terlambat
  • Ku Ingin Kau Kembali
  • Not A Perfect Husband ✔

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu