Please, Look At Me

Please, Look At Me

  • WpView
    Leituras 454,092
  • WpVote
    Votos 18,403
  • WpPart
    Capítulos 24
WpMetadataReadMaduroConcluída qua, mar 1, 2017
WpInfo
Fanfic
Lili, wanita tegar yang sangat mencintai suaminya, meski sang suami amat sangat membencinya,mengacuhkan dirinya, tak pernah menganggap kehadirannya. Dia tak pernah marah walaupun sang suami sering bermesraan di depan matanya. Sampai suatu ketika Suaminya, Hendra. Kecelakaan dan mengalami kebutaan, dengan rela dan iklas Lili mendonorkan matanya untuk Hendra. "Lili, kenapa kau harus melakukan ini" Hendra.menangis, meraung. bersimpuh di bawah kaki Lili. "Bangun, Hend" Lili mencoba menyuruh Hendra untuk berdiri, tetapi lelaki itu memilih bergeming. Membuat lili ikut bersimpuh. "Aku tidak apa apa, dengan begini aku tidak perlu menangis melihatmu bermesraan dengan kak San San, dan kau tak perlu berbohong lagi jika kau ingin bertemu dengannya sebab aku sudah tak bisa melihatnya lagi" Lili meraba wajah Hendra. "Aku rela melakukan apapun asal kau bahagia.Hendra" tangis Hendra semakin kencang dengan terus mengelengkan kepalanya. "Tidak, itu tidak benar Lili"
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • EX HUSBAND
  • Not A Perfect Husband ✔
  • RIRI NATARI [END]
  • Merpati Sayap patah || Kevin Sanjaya
  • Tepung Legi In Love [ End ]
  • Seindah Surga Yang Dirindukan (Tamat)
  • Angkasa Membenci Hujan (Masih Lengkap-END)
  • My Sweet heart
  • ANTARA DOA DAN RASA

Xander mengikuti langkah lebar istrinya dengan wajah yang sangat datar dan dingin, Xander mengernyitkan keningnya bingung, sial. Untuk apa istrinya membawa ia ke tempat sampah, yang baunya sangat busuk. "Kamu nggak nanya, Mas, kenapa aku bawa kamu..." "Kamu membuang waktu berhargaku, Sherin...." "Aku yang membuang waktu berhargaku bahkan sudah membuang hidupku pada laki-laki sampah macammu, Mas...." Xander, jelas mengernyitkan keningnya bingung mendengar ucapan penuh amarah istrinya barusan. Wajahnya seketika merah padam menahan amarah, tapi percayalah, dalam waktu seperkian detik, wajah merah padam Xander, langsung pucat pasih di saat tempat sampah yang ada di depannya, di buka oleh istrinya, memampangkan... sial! Foto ia dan juga Karina dalam keadaan tanpa busana di malam tahun baru kemarin. "walau aku menemukanmu di mall terbesar di kota ini, maka hari ini, aku akan membuangmu di tempat sampah yang busuk ini,Mas. Aku mau cerai, dan tolong hadiri sidang pertama kita tanggal 15 nanti, dan kalau kamu nggak hadir, aku nggak peduli, kamu nggak hadir maka proses cerai kita akan cepat selesainya..." Dalam kamus hidup Sherin, tidak ada kata maaf dan ampun untuk suami yang sudah melakukan pengkhianatan. Laki-laki seperti itu harus di buang walau sudah banyak anak sekalipun di antara mereka....

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo