Story cover for The Truth Is, I....... (END) by Rhyudent
The Truth Is, I....... (END)
  • WpView
    LECTURAS 88,258
  • WpVote
    Votos 4,189
  • WpPart
    Partes 12
  • WpView
    LECTURAS 88,258
  • WpVote
    Votos 4,189
  • WpPart
    Partes 12
Concluida, Has publicado jul 29, 2016
Contenido adulto
WARNING..!!! 
CERITA BERGENRE LGBT (BOYxBOY) HOMOPHOBIC GO AWAY. 
*****
"Hmmmppp.. achh.. Berhentii.. "

Aku menghentikan kegiatan yang ku lakukan terhadap nya dan menatapnya lekat. 

"Okee." Hanya itu jawabku. 

"Tunggu.. tidak.. teruskan"

"Jadi lu suka?"

Ia menatapku dan mengangguk kecil, "kayaknya sih.." 

Aku pun bangun memakai kembali jaket ku yang terhempas di atas lantai dan mengambil ransel ku. 

"Evann..  Ayolaahh.. Sialan. Lu mau kemana?"

Aku sudah berjalan menuju pintu,  meninggalkan tubuh sexy bertelanjang dada itu sendirian untuk menyelesaikan masalah yang ia ciptakan sendiri.

"Pulang, gua mau balik Pet, sampe ketemu lagi besok "

Aku sudah menggantungkan senyumku di atas awan sambil tetap melangkah dan memilih pergi. 

"Peter, Kau memang bodoh.. " 

*****
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir The Truth Is, I....... (END) a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Ngaco de rendifebrian
8 partes Concluida Contenido adulto
Hello, RF here. Di daftar Prositusi Online, RF itu sejam-nya 60 juta. Ada yang mau sama saya? Call asisten saya, ya. Namanya Tante Mysakonla. Hihihihihi. No, honey. Saya datang ke sini bukan mau menjajakan diri. Saya RF. Rendi Fujoshi. Meski saya Fujoshi, saya laki-laki. Karena menurut saya Fudanshi itu hanya mitos. Hoax, bahasa kerennya. Saya membawakan kembali cerita berunsur gay. Kata Mama saya, Homo. Dengan senyuman konyol di bibirnya. Jadi, kalau kalian nggak mirip Mama saya yang suka baca cerita gay atau Hello Homo, silahkan angkat pantat kalian. Saya nggak tau sih caranya gimana. Pokoknya, minggir gitu, lah. Dari pada nanti kalian teriak: Ohmegod! Itu kentinya masuk lubang. Terus kalian mati. Kan saya yang disuruh tanggung jawab. Ogah deh. Saya mah Fujoshi baik-baik. Meski di cerita ini saya nulis adegan dewasa, berunsur... Umigod gitu deh, tapi saya laki-laki polos yang mirip bayi baru lahir ke dunia. Fokus cerita ini sebenarnya ke Tommy sama Sean. Sama-sama saling suka, tapi saling nggak mau mengakui. Klise, kan? Di dunia Hello Homo, banyak banget tuh kayak gini. Bedanya, juga kenapa judulnya Ngaco, Tommy ini bisa ngomong sama hewan. Sedangkan Sean bisa baca pikiran hewan. Di cerita ini saya nggak bisa janji bakal lebih membahas ngomong sama hewan itu atau sama hubungan Tommy dan Sean. Saya orangnya suka berubah pikiran. Cerita ini nggak akan panjang. 12 Chapter aja kayaknya. Saya nggak janji update-nya bakal cepat atau lambat. Saya juga fokus ke Horrible Life, soalnya. Saya juga suka ke-distract sama game. Terus nonton maraton Asia's Next Top Model. Atau serial True Blood dan Teen Wolf. Nulis di laptop sih, di mana laptopnya disambungin ke WIFI. Buka internet terus ketimbang nulis. Hehehe, maafkan hamba, kanjeng ratu. Sip? Cerita ini dilindungi undang-undang per-homoan. Atau kayak begitulah. Saya mah senang-senang aja lah kalau ada yang mau post di Facebook. Happy reading! RF PS. XOXOXO
Entahlah Aku Lelah (gxg)  de Zaerr0w
23 partes Continúa
"Terserah kamu Liona, intinya aku gak mau cerai sama kamu." Final Andrea dengan tegas, menolak permintaan Liona yang ia anggap sangat tidak masuk akal itu. "Dan kalau benar pacarmu serius suruh dia ngadepin aku dan kalau bisa rebut kamu dari aku, tapi aku gak bakalan biarin itu terjadi." Ucap Andrea di akhiri dengan senyuman tipis. Hal itu berhasil mengusik Liona, ia yang awalnya berpikir dapat bercerai dengan Andrea dengan mudah ternyata semua pikirannya itu salah. Andrea tetap mempertahankan pernikahan mereka. Ia menatap Andrea dengan penuh emosi yang ingin meledak-ledak di kedua bola matanya. ••• Tidak tahu lagi apa yang akan aku ungkapkan, yang jelas aku lelah. Lelah dengan semuanya. "Mencintaimu bagaikan menabur garam diatas luka yang masih basah." _Andrea Nata Erganzea ⚠WARNING⚠ 🚨🚧‼️ Ini adalah cerita yang seharusnya tidak dibaca oleh kalangan homophobic. Karena cerita ini mengandung unsur gxg/gl/lgbt/pelangi/lesbian/bisexsual/segender/dll. Jadi dimohon untuk yang tidak menyukai genre cerita seperti ini untuk mencari cerita lain yang sesuai dengan keinginan kalian. Karena cerita ini dibuat bukan untuk kalian yang membencinya namun untuk kalian yang menyukai cerita yang sama atau bahkan sedang terjebak di dalamnya. Aku peringatkan untuk tidak mencari tahu lebih dalam jika tidak ingin tersesat semakin jauh dan aku harap kalian yang sedang terjebak juga bisa menemukan jalan keluar yang sedang kalian cari. Terimakasih atas perhatiannya dan selamat menikmati carita.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
ROOMMATE [END] cover
Without Sunshine cover
I wish we could be together cover
My Lovely Pianist [END] cover
My Brandal Boy√ cover
DION DAN GABRIEL (BXB)  cover
Ngaco cover
Boys cover
An Assistant cover
Entahlah Aku Lelah (gxg)  cover

ROOMMATE [END]

31 partes Continúa

"Eh, maaf, maaf. Tunggu diluar dulu ya, biar gue beresin dulu." ucap gue cepat dan segera mendorong tubuhnya keluar dari kamar. Setelahnya gue menutup pintu sambil memukul kepala gue sendiri merasa bodoh karena sudah menempel poster-poster cowok ganteng yang shirtless, yang mana pasti udah jelas kalo dia tau gue homo. Shit, gue malu... • • •