Our Wedding Story 1

Our Wedding Story 1

  • WpView
    Reads 10,858
  • WpVote
    Votes 403
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jul 30, 2016
"Our Wedding Story " PART 1 Harum masakan yang tidak terlalu mewah ini menyengat ke hidung seorang Pria yang duduk di meja makan sambil menunggu istrinya memasak. Tak ada ekspresi yang dia tunjukkan. Seharusnya dia harus menunjukkan wajah bahagianya. Karena 1 minggu dia baru saja melaksanakan pernikahannya dengan seorang wanita berusia 22 tahun. Nama Pria itu Aliando Syarief atau biasa orang terdekatnya memanggilnya 'Ali' dan sekarang dia sedang menunggu istrinya memasak. Tak berapa lama, istrinya membawa 2 piring dengan wajah frustasi. "Aku benar-benar bodoh dalam memasak, jadi lebih baik kamu makan di luar" Nasi goreng yang baru pertama kali dia masak dia seduhkan di atas piring Ali. Melihat nasi goreng itu, Prilly sangat yakin bahwa Ali akan mengejek nasi goreng buatannya. To be continued. ☺ Baru belajar bikin cerbung semoga suka yaa guys
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak)
  • WITHOUT TITLE ( Love and Life)
  • Duda Ting Ting
  • Softie Husband [End]
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • FAKE husband (AliPrilly)
  • CRAZY WEDDING
  • The Man

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines