Enigma

Enigma

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 19, 2016
Enigma Oktober 2012 - Januari 2013 "Bagiku, dia seperti teka-teki. Dan dia membuatku penasaran." Juan, pemalas dan bodoh dalam pelajaran Aria, juara kelas yang pendiam Keduanya bisa bersama karena seorang guru meminta Aria untuk mengajari Juan Mungkin ini terdengar biasa... Tapi ketika sesi belajar dimulai Bukannya mengajar, Aria malah bermain game?!
All Rights Reserved
#16
lightstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • TENTANG WAKTU [Tamat]
  • ABHIZARA (ON GOING)
  • Lukisan yang tak pernah selesai
  • ALVANSA [Completed]
  • Basket dan Voly
  • THE CLIMB [Completed]

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines