Story cover for Equality Contract by Carter_shoujo
Equality Contract
  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
Complete, First published Jul 31, 2016
Bagaimana jika kau mendapatkan kekuatan dan kekuasaan dengan membuat perjanjian dengan mahkluk mitos. Di dunia yang memakai sistem perjanjian untuk mendapatkan kekuatan tetap ada harga untuk untuk itu, pengorbanan, cinta, fisik, dll. Semua itu adalah harga untuk memdapatkan kekuatan tetapi apakah rahasia di balik sistem itu? Sistem itu disebut Equality Contract.
All Rights Reserved
Sign up to add Equality Contract to your library and receive updates
or
#780anime
Content Guidelines
You may also like
Syal Merah by FabianBadaiAntashena
5 parts Ongoing
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
You may also like
Slide 1 of 10
Naruto: Sistem Cinta (Orochimaru x Reader) - [END] cover
Kisah Cinta Kontrak  cover
CINTASTIK  cover
Aku adalah Pembunuh Dewa One Piece cover
The Other self (Under Revisi) cover
Syal Merah cover
GO ANOTHER WORLD BECAUSE OF GOD'S DEEDS cover
World And Soul  cover
(END) Beauty Manufacturing System cover
BETWEEN cover

Naruto: Sistem Cinta (Orochimaru x Reader) - [END]

22 parts Ongoing

📢 Cerita ini adalah karya fiksi semata, sebagian terinspirasi dari karya asli dan sebagian dari imajinasi penulis. Segala kesamaan nama, tempat, tokoh, atau peristiwa dengan dunia nyata hanyalah kebetulan dan tidak ada maksud untuk menyinggung pihak mana pun. *** (Y/N) menatap layar sistem dengan tatapan tidak berdaya, mengapa? Sistem orang lain membantu Tuan Rumahnya menjadi kuat dan mulai memukul Uchiha Madara sambil menendang Otsutsuki Kaguya. Tapi aku malah mendapatkan sistem cinta? Apa gunanya cinta? Apakah cinta bisa dimakan? Apa cinta bisa membuat ku bisa mengalahkan Madara dengan satu jari?! Sungguh, sistem tak berguna! [Tuan Rumah! Harap tenang, selama anda mendapatkan nilai cinta, anda akan mendapatkan hadiah!] "Benarkah?" [Iya!] "Jadi siapa target ku?" [Orochimaru] "..."(Y/N) menatap sistem dengan horor, apa kamu gila?! 🍀🍀🍀 Note: 🌹Karakter milik Masashi Kishimoto 🌹 Cerita ini terinspirasi dari dunia Naruto, tapi ada beberapa perubahan alur dan situasi sesuai imajinasi author. Harap dimaklumi ya! 🌹 Terakhir, plagiat harap minggir ~