My Heartbeat

My Heartbeat

  • WpView
    Membaca 5,604
  • WpVote
    Vote 310
  • WpPart
    Bab 47
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 12, 2018
WpInfo
Fiksi Penggemar
1Direction
[PROSES REVISI ULANG] ------ Nesia, begitulah orang-orang terdekat memanggilku. Sedangkan nama lengkapku adalah Indonesia, itu saja. Aku lahir bertepatan dengan hari kemerdekaan bangsa Indonesia, mungkin itu salah satu alasan kenapa kedua orangtuaku memberikan nama itu. Kisahku ini sebenarnya sudah kusam termakan usia, namun karena banyak dari temanku yang ingin aku menulisnya dalam bentuk tulisan panjang, jadi aku putuskan untuk menulisnya dengan kemampuan sederhanaku. . . Cinta. Sebuah kata sederhana namun mempunyai arti luar biasa. Aku mengenal cinta lagi lewat seseorang yang mendadak hadir dalam kehidupan masa SMA ku, dia bernama.. Dilhan. Dia adalah kakak kelasku di SMA Dwiwarna. Kisah kita, Berawal dari ketidaksengajaan, menjadi sebuah kesengajaan. Dan, berawal dari teman biasa, menjadi teman mesra (baca: pacar). Original work by Hifni_Wiyono. ©Copyright 2020 oleh Hifni_Wiyono.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#4
segitigacinta
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • CLASS F
  • New World [REVISI]
  • Love In Silence (Complete)
  • My Cute Senior (Tamat)
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • Untuk Dua Merpati Hebatku
  • VANELA [On Going]
  • SABDA [Moving]
  • Tentang Rasa
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan