Pagi ini aku termenung dalam ruangan tanpa asap,
Pikiranku tak setenang air yang tiada ombaknya,
Aku ketakutan saatku ingat pada hari itu,
Amarahku keluar di hadapanmu,
Tanpa perasaan , tanpa akal fikiranku ,
Sangat mudahku ungkap padamu,
Akupun merasakannya detik ini,
Betapa lemahnya diri ini terasa,
Aku tak bisa menahaan perasaan kesal ,
Dan akupun merasakan ketika ini,
Merasa takut kau berpaling arah dariku,
Dan perlahan membenciku kerana lemahnya aku,
Saat ini ku tulis sebuah bait tentang diriku,
Air mata yang keluar tanpa di sengaja,
Menitis hingga menutupi tulisanku ini
Aku sangat takut akan kelemahan aku di hadapanmu,
Bukan takut kehilangan dirimu,
Tapi aku takut kehilangan cintamu padaku....
Saat aku terbaca sepucuk surat terakhir yang ditinggalkan kepadaku . Hatiku kian terasa sayu bak hujan yang jatuh ke bumi seolah seluruh cakerawala mengerti keadaanku . Hanya membanjiri titisan air mata mengguriskan seribu luka membuatkanku tidak mampu bangkit darinya.
Diana is an 18 year old girl about to start her senior year until she bumps into a woman at the bookstore who has quite the personality. The woman takes the book Diana had her eye on.
Diana's senior year soon becomes one she would have never expected when the book thief and her meet again.
This is not edited so it might be a little messy and it is not a slow burn!!!
Story includes:
-Smut
-PTSD
-mention of abuse
^Do not read if you are disturbed with these!!