Take My Hand (Completed)

Take My Hand (Completed)

  • WpView
    LECTURAS 255,608
  • WpVote
    Votos 13,530
  • WpPart
    Partes 60
WpMetadataReadConcluida sáb, feb 18, 2017
Atha tak pernah menyangka pertemuannya yang tak sengaja dengan Alden-pria dingin dengan tatapan mata tajam-akan mengubah seluruh hidupnya. Dari kebencian, tumbuh perasaan yang tak pernah ia bayangkan. Alden adalah tempat pulangnya, pelindungnya, dan belahan jiwanya. Cinta mereka bukan tanpa luka, namun keduanya saling menggenggam erat di tengah badai. Namun takdir berkata lain. Di tengah janji dan rencana masa depan, Tuhan memisahkan mereka dengan cara paling menyakitkan: kematian. Tiga tahun berlalu, Atha masih berdiri di atas kenangan, tak pernah benar-benar sembuh dari kehilangan. "Cinta sejati tak selalu berakhir bersama. Kadang, cinta sejati mengajarkan kita cara mencintai... bahkan saat harus melepaskan." ---
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Vericha Aflyn ✔️
  • 1001 Luka [On Going]
  • My Lovely Badboys♥
  • Semesta
  • (1) Sel On The Love [Completed]
  • The Fault
  • ALETHA √
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • The Boat of Blossoms

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido