We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Blank Space! [PRIVAT!]

Blank Space! [PRIVAT!]

  • WpView
    Reads 55,444
  • WpVote
    Votes 3,922
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 18, 2018
WpInfo
Fanfic
PRIVAT! Silakan follow dulu, terima kasih! Awalnya hidup Prilly biasa-biasa saja seperti anak gadis biasanya. Lalu, kedatangan Muhammad Ali--tukang kebun dirumah Prilly membuat beberapa hari-harinya menjadi terganggu. Mereka bertengkar, Prilly yang mulai terganggu karena kehadiran Ali, sementara Ali dengan hobi barunya mengganggu Prilly. Tapi, pepatah benar. Benci dan cinta itu beda tipis, dan pada akhirnya Prilly dikejutkan oleh satu fakta bahwa kebenciannya selama ini adalah cinta.
All Rights Reserved
#941
ali
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Crazy Girl Vs Bad Boy
  • Denganmu Cinta (CCS sesi 2)
  • (Cinta Dalam Doa 😔) ✔
  • Hujan Kala Itu (End)
  • Just Time Will Be Able To Restore
  • About Love (END)
  • MY LOVE STORY
  • Complicated

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines