Trillionaire Couple

Trillionaire Couple

  • WpView
    Reads 26,431
  • WpVote
    Votes 1,167
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
16+ Dua pemuda kaya raya yang memiliki masalah di masa lalu terpaksa terjalin dalam sebuah tali pernikahan yang dingin dan membawa dendam lama mereka kembali. Pernikahan yang suci menjadi ladang balas dendam untuk mereka berdua. "Kita akan pasti bertemu lagi. Dan aku pastikan kau tidak akan menyukainya Alexandra." -Grayson Evans "Aku akan mencium kaki Tuhan agar tidak bertemu denganmu lagi." -Alexandra Chevalier
All Rights Reserved
#494
dendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Restart In Italy
  • MAFIA (Hate Love and Die) ✔️
  • ALDRICK'S
  • Hidden In The Dark
  • Love In The Summer Breeze - Grace & Aldrick (END)
  • Bastard Husband, Cold Wedding #REPOST [Sequel Cold & Bastard Devil]
  • The Billionaire's Revenge
  • Forbidden Affairs
  • Into a Dangerous CEO [COMPLETED]

[ COMPLETED & PRIVATE ] Kepercayaan Vanya terjun bebas ke bawah setelah melihat Alex bermain dengan wanita lain. Bukan hanya kepercayaan, kasih sayang, kesetiaan, rasa Cinta yang melekat, semuanya pupus perlahan. Jauh-jauh ke Spanyol dan melihat kejadian seperti itu dengan sangat jelas Vanya hancur sejadi-jadinya malam itu, melarikan diri ke club malam dan minum berkali-kali, sampai ia mabuk berat karena kadar alkohol yang tinggi Dan bertemu Raymond, awalnya Vanya pembuat susah bagi Raymond. Vanya hanya akan selalu Menyulitkan bagi Raymond. Alex yang selalu mengejar Vanya untuk meminta balikan, tapi hati Vanya selalu menolak dengan otaknya yang terkadang setuju. Vanya bimbang. Ragu. Bingung. Dan Raymond yang sulit dibaca. Vanya memutuskan untuk mengulang semua dari awal di Italy, biarkan hati ini luka, dengan goresan yang mendalam dan ketidakmampuan dirinya sendiri untuk mengobati luka itu. "Itu memang benar adanya, tapi aku sudah terlanjur, terlanjur lewat dari batas kehidupanku." terjadi jeda sebentar, "Dan menetap di kehidupanmu." tatapan mata lawan bicara nya tidak pernah lepas dari manik mata Vanya. Dia tidak pernah sekalipun berpaling. Dan Jawabannya yang sangat tegas. Dengan sekuat tenaga, Vanya berusaha menahan air matanya agar tak tumpah lagi di hadapan cowok itu, walau nada bicaranya sudah gemetar. "Kalau begitu keluar. Keluar dari kehidupanku." ©copyright 2016 by Bigwhiteroom

More details
WpActionLinkContent Guidelines