Sesederhana Alasanku Tersenyum

Sesederhana Alasanku Tersenyum

  • WpView
    GELESEN 325
  • WpVote
    Stimmen 16
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Aug. 6, 2016
Hidup memang tak melulu soal kebahagiaan. Apalagi kata bahagia sendiri itu adalah hal yang relatif bukan. Banyaknya deskripsi dari bahagia itu sendiri membuat kebahagiaan itu hal yang tabu. Tabu dalam artian, manakah yang disebut kebahagiaan yang sesungguhnya?? Bahagia karena adanya satu cinta yang mengisi kekosongan hati kalian?? Atau bahagia hanya sekedar tertawa lepas bersama sahabat?? Menurutku semua terlalu pusing memikirkan sesuatu yang terlalu jauh itu. Jika kau mau merasakannya hidup ini sangatlah indah juga sederhana. Mungkin juga tak serumit stoikiometri dalam kimia dasar, bahkan tak sesusah teori evolusi Darwin yang membuat adanya diskriminasi sosial. Sederhana sekali, bahkan sangat sederhana. Sesederhana alasanku tersenyum.
Alle Rechte vorbehalten
#2
dramatique
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • DEAR RAGA
  • Relationship
  • Meneroka Jiwa
  • S E N A N D I K A
  • Secret Admirer
  • Almost is Never Enough
  • Meneroka Jiwa 2
  • Narasi patah hati
  • AMERTA : The Last Embrace

Mentari, gadis lugu yang dibodohi oleh rasa cintanya. Ia yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta dengan bodohnya memberikan hal paling berharga kepada seseorang yang ia cinta dengan iming-iming yang sangat meyakinkan. Namun, setelah perbuatan mereka menghasilkan hasil, mengapa banyak alasan dari si Pria untuk bertanggungjawab? Seharusnya sejak awal Mentari sadar, pria seperti Raga tidak mungkin mau dengannya yang berstatus siswi biasa saja. Mereka bahkan sebelumnya tidak pernah bertemu sapa. ▪▪▪▪▪▪ [Imajinasi Sendiri, tidak menjiplak karya siapa pun. Gambar by pinterest] [Semua hal negatif dalam cerita tidak untuk ditiru. Ambil sisi positifnya.]

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien