Story cover for cinta dan dendam by WindyMondex
cinta dan dendam
  • WpView
    Leituras 55,307
  • WpVote
    Votos 2,492
  • WpPart
    Capítulos 29
  • WpView
    Leituras 55,307
  • WpVote
    Votos 2,492
  • WpPart
    Capítulos 29
Concluída, Primeira publicação em ago 03, 2016
Maduro
Lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu. Tunggu saja tanggal mainnya dan kau akan terkejut dengan sikap manis yang ku Beri padamu selama ini. luka yang kau beri masih berbekas. Aku sungguh membencimu wanita munafik.
-sandigo alfero king

Tak ku sangka akhirnya aku kembali bertemu dengannya. Setelah sekian lama waktu yang kami lewati setelah kejadian menyakitkan itu. Aku merindukanmu .. Sangat teramat merindukanmu.
-sisila amena syan

Pertemuan Ini bukanlah awal dari kebahagiaan untuk digo dan sisi. kebencian digo karna masa lalu yang pahit mampu dengan sempurna menutupi cinta untuk perempuannya itu. namun disaat digo menjalankan misi nya slalu bertentangan antara cinta dendam dan logika.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar cinta dan dendam à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Stay (Away), de hazelaice
64 capítulos Concluída
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
silent in darkness cover
Stay (Away) cover
SUATU HARI  cover
SAME LOVE cover
Pergi Dari Hatiku[ENDING] cover
Istri kedua cover
MENDERITA cover
SCENARIO TUHAN  cover
Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔) cover
Be Mine cover

silent in darkness

22 capítulos Concluída

---ALI POV --- "apa sebelum kaia meninggal, kamu sama rasya masih sempet jelasin hubungan kalian?" "maksud kamu apa?" "sekeras apapun kamu sama rasya nyangkal, kenapa semua bukti yang aku dapet selalu mengarah ke arah yang gak bisa aku terima? Semakin kesini kalian tuh samakin nunjukin bukti perselingkuhan kalian. Buat aku ini udah jelas kamu dan rasya adalah biang dari kematian kaia" "bukannya aku udah jelasin hubunganku sama rasya kayak apa" "klo kamu sama rasya benar2 pure sebatas teman/sahabat, gak mungkin kamu relain balik ke indonesia ninggalin pendidikan S2 di paris Cuma buat nungguin rasya bangun dari komanya. Dan gak mungkin juga saat ini rasya bisa tinggal di apartemen kamu prill" kuluapkan unek2ku yang selama ini aku pendam "rasya benar2 lagi butuh aku" "kamu fikir aku gak butuh kamu?"