We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Please, Comeback

Please, Comeback

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 8, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Langkah kaki nya kembali menyusuri tempat ini, tempat yang sering didatanginya, tempat kedua yang sering ia datangi ketika dunia tidak lagi memihak kepadanya. Tempat kedua yang menjadi penampungan keluh kesah nya seharian. Tempat kedua penampung gundah gulana nya. Bagaimana ia menjalani hidup nya, dan bagaimana ia menghadapi kejam nya hidup. Dan tempat kedua setelah bersujud di sajadah yang membuatnya lagi lagi kembali tenang. "Assalamualaikum sayang selamat pagi, hari ini aku datang lagi. Kamu gak bosan kan lihat aku main kesini terus, jangan bosan dong ya. Aku aja gak bosan, kok malah kamu yang bosan sih". Ujarnya sambil meletakkan bunga dan duduk disamping tempat seseorang.
All Rights Reserved
#224
girlfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • ARGALAND
  • Earth √̲
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Nanti Juga Sampai
  • JENARO
  • Sebuah Antara βœ”
  • DISA | broken

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines