We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Miracle Of Mother

Miracle Of Mother

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 6, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Memang banyak dalam hidup ini yg mungkin bisa membahagiakan mu, namun tidak ada yg lebih bahagia daripada mendapatkan cinta dari sosok seorang mama yang mengandung kita , membesarkan kita , mendidik kita dengan kasih sayang yang tulus yang pada akhirnya kita berujung dengan kata "perpisahan". Masa yang sudah berlalu memang menyimpan banyak kenangan, namun itu bukanlah alasan untuk tak terus melangkah ke depan. Life must go on,... "Orang tua itu ibarat Qur'an yang sudah usang, namun walau usang tapi harus selalu dijunjung dan dimuliakan. Walaupun kamu dapat memberikan bintang, berjuta harta, namun itu semua belum cukup untuk membalas kasih cinta seorang ibu"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibawah Naungan Cinta
  • The Day You Left
  • Efeny Island
  • di akhir perang
  • | Ulfa Eliza | •End•
  • Sang Pemilik[End]
  • Aku Tersentuh Cinta
  • Pelukan Terakhir
  • Come Back!

Alex, lelaki hebat yang lahir dari kesederhanaan. Mampu menjadi teladan yang baik untuk orang-orang terdekatnya. Hidup serba kekurangan, tidak pernah membuatnya mengeluh, atau bahkan tidak terima dengan takdir yang Tuhan berikan kepadanya. Jauh dari itu, semua keterbatasan hidupnya dijadikan sebagai pedoman hidupnya. Bagaimana arti menghargai orang lain, menjaga perasaannya. Semua rasa sesak dalam hatinya, dipeluk erat-erat. dihilangkan dengan kesibukan-kesibukan. Menjadikan waktu sebagai penawar, atau bahkan obat pilu hatinya. Semuanya berkat ibu, yang tidak pernah berkecil hati. Dengan keterbatasan hidup yang dimilikinya. Ibu tidak pernah menyerah, bekerja banting tulang untuk pendidikan Alex, hingga menjadi pribadi yang tulus, serta hebat dalam mengabdikan dirinya kepada Negara. Sekali lagi, semuanya hanya lahir dari hati yang tulus, ketulusan itu sendiri. Cinta tidak akan kemana, di belahan dunia manapun, terlupakan sekalipun. Semuanya akan baik-baik saja, akan bersama bila tiba waktunya. Tidak perlu di pikir hingga rumit, membuang air mata karena menangisinya. Sungguh tidak perlu, cinta itu sendiri yang akan menemukan kita. Kapanpun, bila waktu itu telah benar-benar tepat untuk kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines