The Gratest One

The Gratest One

  • WpView
    Reads 429
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 10, 2016
Apabila kau terasa ; Runsing Keliru Sedih Bahagia Remember yang Allah sentiasa ada
All Rights Reserved
#2
joker
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kelopak Tanpa Bunga (کلوڤق تنڤا بوڠا) [OG & SU]
  • Fragment Rindu
  • ENIGMA
  • Berjuang walau penat
  • aksara
  • Cinta yang Ku Dambakan Bahagia( Slow Update)
  • Langkah Tanpa Lari: Aera Inara [C]
  • Sekadar Kata Hati
  • FOURTH HAREM
  • Kisahnya Begitu Jalannya Begini

[PROSA PUITIS✒️] Imalis Camélia atau Camy selalu bergerak dalam diam. Sunyinya bukan kosong tetapi ia menyimpan rahsia, kenangan, dan luka yang jarang disentuh. Di sebuah kedai buku lama kecilnya, di antara kelopak yang gugur dari pokok bunga kamelia di halaman, setiap hari menjadi ritual menatap dunia melalui kesunyian. Hinggalah suatu ketika "Insan" itu muncul. Tenang, penuh perhatian, dan diamnya bukan hambar malah menyentuh sesuatu yang tersembunyi dalam diri Camy. Mereka tidak banyak bercakap cuma berbalas-balasan surat. Tetapi dalam diam, sesuatu berkembang. Sebuah kisah yang lembut, halus, dan tak terucap selama ini. ".... mana kau menghilang, lama aku tunggu..." - monolog, IMALIS CAMÉLIA "Saya tak ada niat nak menghilang tiba-tiba, tapi kalau ditakdirkan saya hilang buat selama-lamanya, awak boleh jaga diri tak?" - S.E.A Di antara kelopak tanpa bunga itu, ada kedua jiwa belajar menemukan cinta dalam cara yang paling sunyi, paling puitis... dan paling nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines