Paints Her Memories

Paints Her Memories

  • WpView
    LECTURAS 84
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 26, 2016
WpInfo
Ficción
Romance
Ibunya yang gemar melukis secara tidak sengaja menurunkan bakatnya ke anaknya Anne. Sehingga kuas, cat, kanvas menjadi sahabat gadis itu tiap harinya. Jika gadis lain menulis diary, ia melukis kenangan tersebut. Maupun senang, sedih ataupun ia sedang menangis, ia akan melektakan memorinya ke atas kanvas putih. Selalu mendapat bully-an disekolahnya, membuat ayahnya bertindak, untuk memindahkanya ke kampung halaman ibunya, Indonesia. Sesuatu yang sangat traumatik terjadi pada masa lalu di Indonesia membuat ibunya menjadi tidak rela, melepas anaknya di negara itu lagi. "Aku akan menjagamu, bahkan jika itu harus mengambil nyawaku sekali pun"
Todos los derechos reservados
#180
adit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Paradise
  • Something Beautiful
  • Candramawa (Completed)
  • ARKALYA (END)
  • Ali Arkhan
  • Dear You
  • The Mistake of My Life
  • Halcyon
  • Kanvas Merah
  • Marakarma
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido