Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
HURT
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 8, 2016
Dia Kinan Aura Kusuma Hanya manusia biasa yang bisa menyerah kapan saja. Hidupnya hanya tentang sakit & luka. "Aku harap kalian tidak akan merasakan sakitku karena sakitku adalah sakit sesakitnya luka"~Kinan Novel ini mengisahkan tentang betapa lelahnya berjuang , sakitnya pengorbanan,perihnya luka dan pentingnya kasih sayang. Dan inilah kisahnya..
All Rights Reserved
#304
lost
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aneyra -after meet you
  • fortnight (completed)
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • RUANG KINANTI
  • Yes, That's Love
  • Arsyilazka
  • Narasi patah hati
  • Historia De Amour
  • Waktu?

Di balik nama samaran, seorang penulis muda seorang aktris yang cantik menyimpan masa lalu yang tak pernah ia tuliskan seutuhnya. Pada sebuah acara bedah buku, ia dengan lembut berkata, "Ini bukan kisahku. Ini kisah seorang teman..." - padahal seluruh isi bukunya adalah jejak-jejak luka, cinta, dan pengkhianatan dari masa remajanya sendiri. Nera, gadis pendiam yang terpisah dari saudara kembarnya setelah perceraian orang tua mereka, tumbuh di rumah penuh tekanan. Ia menyembunyikan trauma lama, termasuk luka yang ditinggalkan oleh guru yang seharusnya melindungi. Hingga ia bertemu Jenan - cowok misterius dengan tatapan yang seperti membaca isi hati. Perlahan, Jenan menjadi tempat aman... sampai masa lalu keduanya bersinggungan di titik paling tak terduga. Namun kisah ini tak berhenti di sana. Saat kuliah tiba dan rahasia masa lalu terungkap, Nera bertemu sosok baru-cowok ceria yang seperti sinar matahari setelah hujan panjang. Dan untuk pertama kalinya, Nera bertanya pada dirinya sendiri... apakah luka memang harus disembuhkan oleh orang yang menorehkan, atau justru oleh orang yang hadir membawa terang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines