Thank You, Vallen.

Thank You, Vallen.

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 4, 2016
Kekuatan itu perlahan meluntur. Semakin di genggam erat, semakin hati meronta-ronta ingin mengeluarkan semuanya. Semakin bertahan, semakin sulit situasi. Jika ia membongkar semuanya maka hancurlah kekuatannya, jika ia menyimpannya dalam-dalam maka semakin banyak kebohongan yang terpendam dan semakin banyak orang-orang yang tersakiti tanpa mereka sadari. Kekuatan itu adalah kedua orang tuanya. Sheby tidak pernah menyangka jika Papanya telah melakukan hal yang paling ia benci---berkhianat. Jika Sheby menyimpan kebohongan maka semakin banyak kebohongan yang di susun rapi oleh Papa, jika Sheby memberi tahu semua tentang Papanya maka hancur sudah keluarga yang selama ini menjadi kekuatannya. Kita akan lihat di salah satu chapter ini, keputusan apa yang akan Sheby ambil. Cerita ini bukan hanya tentang kebohongan, pengkhianatan, keruntuhan keluarga. Namun, juga menceritakan tentang seseorang yang selalu ada di dalam masa-masa tersulit. Published; Sunday, 4 September 2016 [16:45]
All Rights Reserved
#261
deep
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • LOVE in SILENCE
  • Tikungunya
  • HIDDEN I (The End)
  • Duka Devara
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • KHALILA AND OTHERS
  • Benalu [Terbit]
  • Om, Ayo Nikah!

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines