Moonlight Sonata

Moonlight Sonata

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 8, 2016
Semua yang kurasakan salah. Salah, salah, salah. Siapapun tahu, kalau aku tidak seharusnya merasakan ini. Aku tidak boleh menyukainya. Menyukainya berarti melanggar pesan yang ditanamkan Mama sepanjang hidupku: jangan jatuh cinta. Cinta hanya akan merusakmu, katanya. Cinta dapat membuatmu buta sepenuhnya. Saat kamu buta, dunia serasa menjadi milikmu. Lama kelamaan kamu sembuh dan dapat melihat. Saat itulah kamu menyadari bahwa kamu bukan apa-apa di dunia ini. Kamu tidak pernah memiliki dunia. Kamu hanyalah setitik kesukaran yang jarang diperhatikan orang. Tapi dia. Dia, ya Tuhan. Menyukai dirinya tidak menjadikanku seorang penguasa dunia. Menyukai dirinya membuatku sadar terhadap diriku sendiri. Aku tidak buta. Aku diberi penglihatan yang sangat jelas. Dan itu baik. Penglihatan itu mendorongku untuk belajar mengerti akan kehidupan ini, untuk menjadi diriku yang lebih baik-terlepas dari masa lalu yang menggantungiku. Aku jatuh cinta pada dirinya, seakan jatuh cinta itu sendiri belum cukup buruk. Photo: Carla Dyck Cover Edit: angelrequiem 2016
All Rights Reserved
#644
teacher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maina & Maxim
  • BETRAYAL OF LOVE
  • You're Here, But Not For Me
  • LUMIÈRE | [JAESAHI]
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • 𓆩𝐖𝐡𝐲 𝐍𝐨𝐭 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐓𝐢𝐦𝐞?.𓆪 [Hiatus◁ II ▷]
  • The Kidnapper
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Feelings [Revisi]
  • CHEOSSARANG (Complete)

Katanya aku manis. Polos. Bidadari tanpa sayap. Lucu ya, betapa mudah manusia jatuh cinta pada ilusi. Aku cuma belajar satu hal dari hidup: jadi korban itu menyakitkan. Tapi terlihat seperti korban-itu kekuatan. Kau tahu rasanya dipeluk oleh keluarga yang bukan milikmu? Dicintai, dimanja, lalu diam-diam disamakan dengan bayangan yang tak pernah bisa bersinar sendiri? Aku tidak minta dunia ini adil. Aku cuma ingin mematahkannya, seperti mereka mematahkan aku. Dan Maxim? Kakak sempurna yang dulu mengusap rambutku-sekarang kusebut nama dengan gigi terkatup. Dia pikir aku masih gadis kecil yang diam-diam naksir bayangannya. Padahal, sejak dulu aku ingin menghancurkannya, atau membuatnya bertekuk lutut. Tapi tenang, ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang dua luka yang tumbuh di tempat yang salah. Aku adalah hasil sampingan dari dunia yang katanya indah. Dan sekarang aku kembali-bukan untuk pulang, tapi untuk menyulut kebakaran terakhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines