Dunia yang Sama, Di Bumi

Dunia yang Sama, Di Bumi

  • WpView
    Reads 491
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 25, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang fotografer majalah pria dewasa merubah dunianya ketika jatuh cinta dengan seorang gadis relawan berjilbab. Mereka memiliki kiblat dan rumah ibadah yang sama. Hanya cinta kepada Sang Pencipta yang berbeda. Apakah gadis itu akan menerima cinta dari seorang fotografer yang jelas jauh dari ajaran agama? " Sudah cukup Mario, jangan kamu ubah duniamu hanya untuk masuk ke duniaku." Naya sudah setengah pergi " Nay, kamu tau kita tinggal di dunia yang sama. Di bumi. " teriak Mario.
All Rights Reserved
#8
relawan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR TERBAIK (TERBIT)
  • Dear Husband [TAMAT]
  • RAYYA & REVAL (completed)
  • Langit kita tak sama
  • RADAR KEMBALI [SELESAI]
  • Jalan Kita Berbeda [✔]
  • Bukan Bidadari Mu (✔)
  • SEGITIGA CINTA
  • TOUCHED (End)
  • Istiqlal & Katedral [LuRah]

Dilamar karena saling mencintai ✖ Dilamar karena mendoakan saat bersin✔ ** Najla tidak pernah mengira kalau mendoakan seorang Adam Rayyan Rizqullah ketika lelaki itu bersin akan berakhir dilamar. Gadis yang belum move on dari mantan kekasihnya itu dibuat bingung. Antara menerima lamaran dari Adam atau menunggu Alan kembali yang entah pergi ke mana. Di mata Najla, Adam memiliki sebuah kelebihan dan sesuai kriteria suami idamannya. Apa itu? Kelebihan Adam adalah duda! Iya, kalian tidak salah baca. Najla, gadis absurd yang memiliki kriteria suami idaman seorang duda. Aneh, bukan? Keinginannya menikah dengan duda sudah mendarah daging, bahkan kedua sahabatnya didoktrin agar memiliki kriteria yang sama. Akankah Najla menerima lamaran dari Adam dan melupakan masa lalunya? ** "Adek saya masih kecil," ucap Lettu Ammar "Saya tau," jawab Mayor Adam enteng. "Dia gengsian." "Saya akan belajar untuk peka." "Dia suka marah-marah." "Sebisa mungkin saya tidak memancing amarahnya." "Ilmu agama yang dia tau tidak sedalam itu." "Akan saya santriwatikan adekmu dengan saya yang menjadi guru privatnya." "Dia manja." "Akan saya turuti semua inner child-nya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines