Would You Be My BFF ?

Would You Be My BFF ?

  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 27, 2016
Sebuah kisah tentang seorang anak bernama frea yang tidak percaya akan adanya sahabat sejati karena cerita persahabatannya dengan teman lamanya yang berakhir pahit. Sampai suatu ketika, Frea pindah ke luar kota. Di sana ia bertemu dengan seorang anak sebayanya yang sangat ramah dan pengertian, Janice namanya. Janice dan teman temannya selalu berusaha untuk berteman dengan frea. Tentu saja pada awalnya frea selalu menjauhi Janice dan teman-temannya. Teman-teman Janice mulai menyerah, tapi Janice selalu berusaha untuk melihat frea tersenyum meski hanya sesaat. Akankah frea berubah? Akankah Janice berhasil membuat frea menjadi percaya akan adanya sahabat sejati ? Apa sebenarnya alasan dibalik semangat Janice untuk mendekati Frea ??
All Rights Reserved
#358
best
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • Bukan Sekedar Kagum
  • Friendship And The Money
  • DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update)
  • BFF: Does It Exist?
  • ✓  | mistakes - s.m
  • SOUL.MATE = Don't Wanna Be Just Friend
  • Malu-Malu Mau (FreFlo)
  • My Five Younger's Brother [M5YB]
  • Cinta Yang Terpendam [FreFlo]

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines