Mentari Di Ufuk Timur

Mentari Di Ufuk Timur

  • WpView
    Membaca 55
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Sen, Agt 8, 2016
Embun pagi masih membasahi daun-daun pohon paku yang mulai membuka perlahan. Sinar mentari amat manis sekali menyambut pagi ini. Kicauan burung menyambut ku ketika satu langkah kaki ku keluar dari pintu rumah tua ini. Tarikan nafas perlahan beriringan dengan harapan baru yang telah membumbung tinggi di kepalaku. Aku yakin hari ini akan ada kabar baik yang akan aku terima. Melihat sejenak jam yang bertengger di dinding, oh ternyata pukul 5.30 pagi, sepuluh menit lebih awal dari yang aku rencanakan. Segera ku ambil tas penuh dokumen yang sudah ku persiapkan sejak beberapa minggu lalu. Pagi ini aku memulainya dengan doa dan harapan. Mata ku menatap dengan pasti tas yang berisi berbagai dokumen yang kini sudah ada di bahuku. Sepeda dari ayah ini yang akan mengantarkan pada kesuksesan ku- yakin ku. "Ayah, aku yakin aku akan berhasil kali ini". Ku kayuh pedal sepeda perlahan namun pasti, melihat beberapa orang keluar dari musholah usai melaksanakan solat subuh dan mendengarkan kultum.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#780
baca
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Dosen ku, Suami ku
  • Full Of Scratches
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • My Teacher is My Husband
  • I am Your Eyes [SUDAH TERBIT]
  • A DIARY OF "I AM HEAL"
  • "KPOP $alah Ma£n"•

⚠️ BEBERAPA PART DIHAPUS! ⚠️ DON'T COPY MY STORY PLEASE! ⚠️ JUDUL AWAL "MARRIED WITH CEWEK ALIM" •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• Teenfiction-Spiritual Wahai Imamku, menerima mu di hidup ku memang lah berat. Banyak yang harus ku korbankan termasuk hatiku. Tangis dan luka yang kamu berikan memang lah sakit, tapi aku sudah memaafkanmu. Aku yakin kelak kamu akan mencintai ku, meski tidak tau kapan. Bukan kah Allah sang Maha Pembolak Balik Hati? -Annisa Syahira Aku tidak tau Allah membuat hatimu dari apa, lembut dan mudah memaafkan. Aku tau aku tidak pantas untuk mu dan aku sadar diri. Sejak awal aku sudah memberi tau untuk tidak menerima perjodohan ini. Hal itu karena hanya akan menciptakan luka dan air mata untuk mu. -Arjuna Reyhan Dirsan ================= Berawal dari perjodohan antara Icha dan Juna diusia mereka yang masih muda. Banyak luka dan air mata yang tercipta namun berusaha untuk dipertahankan. Mulai dari kedatangan orang baru dan masa lalu dikehidupan mereka berdua. Ini adalah kisah usaha Icha untuk meluluhkan hati Juna sang pelengkap imannya. Apakah rumah tangga mereka bertahan? (FOLLOW DULU SEBELUM BACA)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan