Latent

Latent

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 10, 2018
Prolog Telah lama kau memintal persahabatan dengan Sunyi. Bercerita ini dan itu tiada henti. Kau adukan segalanya, tentang semua yang kau lalui baik manis maupun pahit Kadang-kadang kau tertawa, kadang pula menangis. Namun, Sunyi tetap mengeja sepi. Kau selalu aman bersama Sunyi. Memilah-milah fragmen memori yang ingin kau singgahi barang sejenak. "Aku selalu bisa menjadi diriku sendiri," ucapmu pada Sunyi, "tapi hanya kalau aku bersamamu". Lantas kau pun meringkuk nyaman di sisinya, melepaskan topeng yang kerap kau kenakan bila bergaul dengan mereka.............. Cerita pertama... mungkin gak jelas, ngaret dsbnya, tapi tolong hargain ya! entah itu 1k kek atau 2k, eh bukan itu maksudnya. Ya udahlah, aku gak pinter berbasi-basi . Selamat membaca
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Ketraka Mafy
  • [√] Memorabilia
  • Maaf' (Revisi)
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Rendra & Lila [END]
  • KPOPERS VS. ANIMERS [END]
  • Plot Twist🩷💙
  • AGGA
  • CLARA

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines