Story cover for Latent by K_Kyou
Latent
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Aug 09, 2016
Prolog

Telah lama kau memintal persahabatan dengan Sunyi. Bercerita ini dan itu tiada henti. Kau adukan segalanya, tentang semua yang kau lalui baik manis maupun pahit

Kadang-kadang kau tertawa, kadang pula menangis. Namun, Sunyi tetap mengeja sepi.

Kau selalu aman bersama Sunyi. Memilah-milah fragmen memori yang ingin kau singgahi barang sejenak. "Aku selalu bisa menjadi diriku sendiri," ucapmu pada Sunyi, "tapi hanya kalau aku bersamamu". Lantas kau pun meringkuk nyaman di sisinya, melepaskan topeng yang kerap kau kenakan bila bergaul dengan mereka..............

Cerita pertama... mungkin gak jelas, ngaret dsbnya, tapi tolong hargain ya! entah itu 1k kek atau 2k, eh bukan itu maksudnya. Ya udahlah, aku gak pinter berbasi-basi . Selamat membaca
All Rights Reserved
Sign up to add Latent to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
KPOPERS VS. ANIMERS [END] by AquiNo_Putri03
72 parts Complete
Bertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu beberapa saat setelah menerima tamparan kuat dari Sunny justru membuat gadis itu tak dapat bernafas normal. Hingga akhirnya Sunny berjanji tak akan pernah mau bertemu dengan cowok sedingin kulkas 10 pintu itu.Tapi siapa sangka, siswa baru yang memperkenalkan diri beberapa saat kemudian didepan kelasnya adalah sosok cowok dingin yang di tamparnya di koridor tadi. Entah itu kesempatan bagus atau malah sebuah petaka, karena cowok itu sempat menghina idolanya sebelum meninggalkan koridor. Ditambah lagi cowok itu terus menatap Sunny penuh ejekkan saat berdiri didepan kelas untuk memperkenalkan diri. Dia, Rayn Briliant Samudra. Panggil saja Rayn. Cowok dingin pencinta anime yang sedang merutuki dirinya karena harus sekelas dengan gadis yang menamparnya di koridor tadi. Lebih parahnya lagi, dia disuruh menempati tempat duduk yang ternyata berada tepat di belakang gadis itu. Akankah semuanya baik-baik saja saat dua musuh bebuyutan itu dipersatukan dalam satu kelas? Atau justru sebaliknya? -----•••----- "YAYAYA BOMMBAYAYAYAYAYAYA...BOMMBOMBA BOMMBOMBA OPP..." Plaaakkk Cepat-cepat gadis itu menghentikan gerakannya dan melepaskan earphonenya. Sunny menelan salivanya susah payah, menatap cowok tinggi didepannya yang memegang pipinya kanannya yang memerah. Sunny merutuki dirinya sendiri karena gerakannya berhasil membuat cowok didepannya menatapnya, entahlah. Datar?seperti tripleks, marah?100%, benci?200%. Sepertinya setelah ini Ia akan ditelan hidup-hidup. -----•••---- Selamat membaca semoga suka❤️🥰 ©️ First: December 12, 2018 Mari menghargai karya sesama penulis dengan tidak melakukan PLAGIARISME
You're Here, But Not For Me by MyMiela
8 parts Ongoing
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
You may also like
Slide 1 of 9
KPOPERS VS. ANIMERS [END] cover
Dear.  Pak DIMAS ( Selesai ) cover
SWEET LOVE [ON GOING] cover
CLARA cover
Rendra & Lila [END] cover
JATUH CINTA SETELAH MENIKAH cover
Maaf' (Revisi) cover
You're Here, But Not For Me cover
Ketraka Mafy cover

KPOPERS VS. ANIMERS [END]

72 parts Complete

Bertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu beberapa saat setelah menerima tamparan kuat dari Sunny justru membuat gadis itu tak dapat bernafas normal. Hingga akhirnya Sunny berjanji tak akan pernah mau bertemu dengan cowok sedingin kulkas 10 pintu itu.Tapi siapa sangka, siswa baru yang memperkenalkan diri beberapa saat kemudian didepan kelasnya adalah sosok cowok dingin yang di tamparnya di koridor tadi. Entah itu kesempatan bagus atau malah sebuah petaka, karena cowok itu sempat menghina idolanya sebelum meninggalkan koridor. Ditambah lagi cowok itu terus menatap Sunny penuh ejekkan saat berdiri didepan kelas untuk memperkenalkan diri. Dia, Rayn Briliant Samudra. Panggil saja Rayn. Cowok dingin pencinta anime yang sedang merutuki dirinya karena harus sekelas dengan gadis yang menamparnya di koridor tadi. Lebih parahnya lagi, dia disuruh menempati tempat duduk yang ternyata berada tepat di belakang gadis itu. Akankah semuanya baik-baik saja saat dua musuh bebuyutan itu dipersatukan dalam satu kelas? Atau justru sebaliknya? -----•••----- "YAYAYA BOMMBAYAYAYAYAYAYA...BOMMBOMBA BOMMBOMBA OPP..." Plaaakkk Cepat-cepat gadis itu menghentikan gerakannya dan melepaskan earphonenya. Sunny menelan salivanya susah payah, menatap cowok tinggi didepannya yang memegang pipinya kanannya yang memerah. Sunny merutuki dirinya sendiri karena gerakannya berhasil membuat cowok didepannya menatapnya, entahlah. Datar?seperti tripleks, marah?100%, benci?200%. Sepertinya setelah ini Ia akan ditelan hidup-hidup. -----•••---- Selamat membaca semoga suka❤️🥰 ©️ First: December 12, 2018 Mari menghargai karya sesama penulis dengan tidak melakukan PLAGIARISME