Turun Ranjang

Turun Ranjang

  • WpView
    LETTURE 247,845
  • WpVote
    Voti 10,531
  • WpPart
    Parti 54
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mar 23, 2024
WpInfo
SAGGISTICA
Harusnya aku tau , jika selama ini dia tidak pernah menganggap ku ada. Harusnya aku mengerti bahwa yang di inginkan nya bukan lah aku. Mungkin takdir sudah mengingatkanku untuk tidak berharap memilikinya. Tapi takdir juga telah mempermainkan ku kedalam sandi waranya. Hingga saat aku tersadar, aku sudah ada dalam perannya.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Secangkir Teh
  • Cinta Itu Dusta Sakura Itu Nyata
  • nothing new
  • The Shackles Of Past Story
  • Antara Kamu, Cinta, Dan Masa Lalu
  • The Power Of You
  • Haikal-Alina
  • Hai Luka, Aku Bahagia
  • it doesn't matter
  • Between Us

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti