Kesungguhan yang kuredam bertahun-tahun, memuncak
Bendungan yang kubuat telah runtuh.
Rasaku tak kuasa untuk berbicara,
Padamu,
Pria satu dari sekian yang hadir.
Jika waktu mampu memutus,
Maka sudah lama rasa itu pupus.
Namun, tahukah kamu?
Tidak ada batas waktu untuk rasa,
Dia mampu mengoyak hati sang empunya menjadi potongan terkecil
Tanpa bisa membatasi berapa banyak ia mampu menghasilkan.
Lamanya waktu, membuatku berkicau dari lembar satu hingga lembaran yang menggunung.
Mengingatmu, menjadi hal luar biasa.
Tanpa persetujuan darimu aku memiliki palung cinta
Untuk namamu.
Begitu juga ketika barisan nama milikmu menjadi tulisan kesukaanku, didunia maya, buku dairyku, blog setiaku, dan ditempat mana pun aku ingin.
Namamu yang tersisa, sampai detik ini sulit kuenyahkan.
Kupersembahkan "Lautan Rasa" untukmu yang jauh dari gapaianku,
Kabur dari penglihatanku,
Dan mulai jauh ketika aku mengusahakannya untuk maju.
Setidaknya, terima kasih atas torehan masa lalu.
Dariku,
-Lautan Rasa-
"masalah keluarga telah membunuh separuh hidupku, jadi karena itulah aku memerlukan mu untuk memahami keadaanku, dan jadi bagian terpenting dalam hidupku, andai kau tau betapa lelahnya diri ini untuk tetap terlihat waras" JARREL
"Aku disini untuk memahamimu, aku berada di sampingmu untuk menemanimu dari masa tersulitmu, jangan sungkan padaku pintu hatiku akan selalu terbuka untuk mu" DARREL