THRONE : The Thiefs Crown

THRONE : The Thiefs Crown

  • WpView
    LECTURES 293
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., sept. 19, 2016
"Kamu! Berhenti!" Aku dengan perlahan berbalik badan kemudian menatap lima prajurit itu. "Mundur! Aku punya senjata!" Aku kemudian mengeluarkan tanganku yang membentuk pistol. "Pew Pew Pew!" "Menyerah sajalah nak" kata prajurit yang lain. "Serahkan barang yang tadi kau curi!" "Tunggu, apa yang dia curi?" "Kertas & pulpen" ".." Tidak tahan melihat ekspresi wajah mereka, aku tertawa dengan kencang. __ Perang saudara sudah berakhir ratusan tahun yang lalu, menyisakan sebuah kerajaan bangsawan kaya raya & rakyat jelata. Aku, Crystal Lynn, 'sangat beruntung' untuk menjadi salah satu rakyat yatim piatu dengan pekerjaan sehari-hari sebagai pencuri. Pada suatu hari, aku ditantang untuk menyelinap ke dalam instana. Jelas, aku yang keras kepala tidak akan mundur dari sebuah tantangan. Tetapi kalau kita tertangkap basah mencuri dan menyelinap ke dalam istana, coba tebak apa yang terjadi. Juga dengan adanya turnamen pemilihan pasangan untuk para 3 pangeran, semuanya jadi makin seru.
Tous Droits Réservés
#11
thief
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • Legend of the Sun and Moon
  • FATE
  • ANDROMEDA (END)
  • My Duchess / End
  • the Troublemaker Prince ✅ END ✅
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • The Past Keeper : Naserin Dante
  • The Royal Fate (Book One Of The Royal Series) ✔ [SUDAH TERBIT]

𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙖𝙜𝙖𝙧, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢 . . . . Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan. Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis. Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai. Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau- "TIDAK MAUUUUU!!!" "Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!" "Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur." "Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar." ". . ." "Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja." -Indonesia . . . ! Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya. Author cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan. Inspirasi cerita?... Banyak pokoknya, dan author jadiin satu dalam cerita ini. Sama sekali gak adanya bermaksud menjiplak dan gak terima di jiplak. Author gak akan iklas kalau ada yang tiba-tiba jiplak cerita ini trus di jadiin alasan inspirasi cerita dan dan modifikasi sama sekali, alias plek ketiplek. "Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba." - Appelmerah, 2025 Segitu dulu, bay~

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu