We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Untaian Air Mata Harapan

Untaian Air Mata Harapan

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 12, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Alhamdulillah Penasaran ayo klik link ini Ayo buka di arenabuku.com Suatu kisah perjalanan seorang anak yang mempunyai harapan agar mampu bisa menjadi seorang yang mandiri. Akan tetapi, untaian perjalanan yang panjang tidak mudah dan banyak rintangan selalu menghampiri hidupnya. Kasih sayanglah yang hanya ia dapatkan sesaat. Air mata yang mengalir di pipinya tidak mampu membanjiri harapan yang pernah gagal. Harapan yang selalu tidak sesuai dengan perjalanan hidupnya. Tiba Angin yang sebegitu kencang, membuat keinginannya terkadang rapuh terbawa debu yang telah terbawa angin tersebut. Lengketnya seperti lem menyatu dalam hidupnya bagaikan tanah membuat ia tidak mampu berjalan dan bergerak kearah yang ia inginkan, menyebabkan ia seperti patung terbuat dari tanah liat http://arenabuku.com/product/untaian-air-mata-harapan/
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Angel To Raya (END)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Satintail
  • Naturaloves
  • Lautan Fathaz
  • Badai, Kapan Berlalu?

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines