Malison

Malison

  • WpView
    Reads 365,807
  • WpVote
    Votes 9,544
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 31, 2017
If y'all like this story. Please comment and vote. Thank you :) "Aaaaaaaaaaaa..." teriak Saralee (lagi) yang menyadari hal itu. "Diamlah, kau berisik sekali." "Kau memperkosaku?" tanya Saralee. "Apa?" Ben langsung membuka matanya. "Coba kau ulang." "Kau memperkosaku?" "Hahhahahahaha" tawanya pecah seketika. "Kenapa ketawa?" "Kau tidak ingat?" "Ingat apa?" tanyanya dengan wajah bingung. "Kau yang memperkosaku semalam." jelas Ben santai. "Kau tidak ingat?" "APA?!" Saralee terkejut bukan main dengan perkataan Ben. "Tidak mungkin." ucapnya pelan. Nyaris berbisik. "Ben, sentuh aku. Ben, fasterr Ben. Ben ini nikmat." Ben mengikuti suara Saralee yang menggila semalam. "Kenapa kau tidak menghentikanku?" "Sudah. Tapi kau menciumku dengan sangat ganas. Dan memaksaku untuk menyentuhmu. Lagi dan lagi." Saralee hanya meringis mendengar penuturan Ben. "A...aku s-seperti itu semalam?" tanyanya ragu. "Ya, aku yang jadi korbanya disini. Tenang, aku tidak akan meminta pertanggungjawabanmu." jelasnya sambil terkekeh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tetanggaku ✔️
  • Dirga & Aletta (21++)
  • Tempted
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • The Sexy Lecturer Is Mine

Satu-satunya hal yang kutahu tentangnya, adalah bahwa ia sering dipanggil Zack. Dia tetanggaku. Memiliki paras yang tampan; mata biru terang, rahang tegas berhiaskan brewok tipis, alis lebat dengan hidung mancung yang pas. Tubuhnya tinggi. Setidaknya lebih tinggi dariku. Badannya berisi. Tidak kurus sepertiku. Setiap Minggu, akan ada satu atau dua wanita yang bolak-balik masuk ke ruang apartemennya yang berada di sebelah kamarku. Membuatku bertanya-tanya, apa hal yang mereka lakukan di dalam? Memunculkan berbagai macam pemikiran yang justru merusak isi kepalaku sendiri. Sejak saat itu, aku jadi terlalu sering memikirkan dan membayangkan Zack. Suaranya, paras tampannya, hingga memfantasikan tubuh telanjangnya. Tanpa sadar, aku sudah jatuh suka pada Zack. Pada tetanggaku. Padahal aku dan dia berjenis kelamin sama, laki-laki. Adakah kegilaan yang lebih dari ini? Jawabannya, bahwa aku sangat ingin Zack menindih dan menggagahiku sepanjang malam. Aku harap, Tuhan tidak mengutukku atas rasa yang salah ini. _____ BoyxBoy story. Contain scene 17+, yang jelas diperuntukkan bagi pembaca dewasa dan sudah cukup umur. Tapi, kalau belum cukup umur dan tetap maksa untuk baca, risiko tanggung sendiri. Sesekali bolehlah aku bawa cerita berisi adegan ena-ena alias ikkeh ikkeh kimochi. Hope you guys enjoy it!

More details
WpActionLinkContent Guidelines