Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Loslaten

Loslaten

  • WpView
    Membaca 214,330
  • WpVote
    Vote 21,032
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 20, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
Rajendra tidak pernah tahu rasanya ditolak. Seumur hidupnya dia selalu diterima. Sampai suatu ketika dia merasa harga dirinya jatuh ke jurang paling dasar setelah kopi buatannya ditolak mentah-mentah oleh seorang pengunjung kedai kopinya. Perempuan berambut cokelat yang selalu datang dan memesan kopi tanpa meminumnya. Sampai Rajendra memutuskan untuk membuat misi khusus agar perempuan itu mau mencicipi kopi buatannya. Tanpa tahu ada masa lalu di balik pahitnya kopi yang dimiliki perempuan tersebut. *** Malya tidak pernah betul-betul menyukai kopi. Bahkan, bisa dikatakan dia membecinya. Hanya ada satu alasan mengapa dia selalu mendatangi kedai kopi yang sama tanpa menyentuh kopi itu. Demi melupakan masa lalu dan rasa bersalah terhadap lelaki yang dicintainya. Dengan luka yang masih tersisa, tanpa disadarinya bahwa ada cinta yang mulai menyapa hidupnya kembali. *** Pict credit : Pinterest
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#314
kopi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berlari Untuk Menyerah [TERBIT CETAK]
  • BELENGGU MASA | Hiatus Sementara
  • It Takes Two To Tango
  • Kopi pahitku
  • Cerita Tentang Langit Malam
  • Takdirmu Adalah Dendamku
  • Cerita Kopi
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Langit di Antara Kita
  • Bukan Stalker [TAMAT]

SEGERA NAIK CETAK Riani dan Danu menganggap bahwa satu sama lain adalah teman minum kopi paling asik yang pernah ditemui. Kopi hitam yang pekat semakin mengikat mereka. Dua insan tak saling kenal bertemu menghabiskan waktu semalamam berharap mampu mengangkat kepahitan. Gejolak rasa mulai muncul namun apakah ada perubahan jika mereka terus berlari untuk menyerah. Danu pernah berkata, "The smell of coffee is almost the same as the smell of love, because love has a taste like the enjoyment of coffee." Sejak saat itu Riani merasa bahwa pria itu menyadarkan bahwa setiap ampas yang tersisa di cangkir menyisakan kenangan yang indah. Dan tentang esensi setiap kup kopi mampu membuka pikiran akan hal besar. Segala kalimat yang tak pernah terucap akhirnya muncul kepermukaan. Kejujuran besar kian terungkap. Masalah demi masalah kian menemukan titik akhir. Hingga tersadar pertemuan singkat itu menyisakan sebuah keputusan besar, untuk memperbaiki yang telah rusak dan menjalani kisah yang mulanya tak diharapkan. Berlari Untuk Menyerah.Copyright©2018-2020. Aila Radit

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan