Crazy Twins

Crazy Twins

  • WpView
    Reads 10,839
  • WpVote
    Votes 650
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Oke gue punya jawaban atas masalah lo Rin," ucap Karen tersenyum licik. "Kamu punya rencana apa?" tanya Karin curiga. "Gimana kalau kita tukar sekolah, jadi loe sekolah di Sman gue dan gue sekolah disekolah loe," jawab Karen santai "Kamu gila! Gimana kalau mama sama papa sampai tau," ucap Karin terkejut dengan ucapan Karen. "Terserah, tapi kalau loe mau bokap nyokap tau nilai loe yang ancur lebur itu serah loe sih,"kata Karen lalu tertawa. Dari semua cerita ini mereka berdua mendapatkan sesuatu yang berbeda dari hidup yang mereka jalani dulu.Dan mengubah pribadi mereka sedikit demi sedikit.
All Rights Reserved
#463
lifestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • ALLAND
  • ALRIN
  •  At SKOOL?
  • My Annoying Brother [END]
  • Friendship -Completed-
  • My bias my boyfriend || ♡ ( Selesai)
  • ONLY YOU
  • 36 days with you {saida} [End]

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines