Story Of Us

Story Of Us

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 13, 2017
Mungkin kalian pernah dengar tentang "lelaki dan perempuan tidak akan bisa menjadi teman, karena pasti akan ada penghalang yaitu Cinta". Apa kalian pernah mendengarnya? Atau tidak?? Reynald Aldrick Atmadja Lelaki berumur 17 tahun yang duduk di tahun terakhir tingkat SMA ini mencoba menyangkal pendapat tadi, dia tidak setuju kalau lelaki dan perempuan tidak bisa berteman, itu bohong!! Buktinya dia bisa menjalin hubungan pertemanan dengan sangat baik dan harmonis dengan seorang perempuan dari awal dia masuk SMA. Tapi tunggu... kalimat berikutnya dari pendapat itu. membuat dia berfikir, apa mungkin? Ahhh dia terlalu malas memikirkan hal-hal seperti itu. Lagi pula Reynald sudah memutuskan untuk tidak mengubah status pertemanannya dengan alasan apapun. Meski dia sendiri tahu semua itu bisa berubah kapan saja.
All Rights Reserved
#969
clara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear London [COMPLETED]
  • INDESTRUCTIBLE [TAMAT]
  • LEITHLEACH
  • GALAKSI BIMASAKTI
  • IMPOSSIBLE
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Rahellitha
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • Rumah Untuk Nala
  • Famous Boyfriend

Halo warga wattpad. Untuk yang berminat membaca cerita ini, mohon untuk follow Author terlebih dahulu ya. Terimakasih sudah berminat membaca sekaligus ngasih semangat ke Author dengan Follow, Vote dan Comment :)) ●●● [Re-Published Oktober 2018] Apa jadinya ketika sepasang sahabat memiliki banyak perbedaan. Apa yang akan dilakukan ketika satu diantara mereka memiliki sebuah rasa yang dinamakan cinta. Apakah cinta harus salah. "Menurut aku sih, cinta gak bisa salah dan gak akan pernah salah. Karna, diciptakannya cinta itu, ya, untuk menyempurnakan kehidupan. Hidup bakal hampa tanpa adanya cinta," Dea. Namun apa yang dikatakan Dea diatas tak berbanding dengan apa yang telah Ia lakukan pada Evan. "Bukannya lo yang bilang kalau cinta gak bisa salah dan gak akan pernah salah." Evan membela dirinya. Semua cerita memiliki akhir. Begitu pula dengan cerita Dea, Ia mengejar cerita cinta sejatinya hingga akhir. Hingga kota London menjadi tempat terakhirnya untuk melabuhkan keajaiban cerita cintanya dengan sahabatnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines