Last Seen

Last Seen

  • WpView
    Reads 832
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 3, 2016
Jari manis Anin teriris, tepat di hari lamarannya. Pertanda apa? Harusnya Anin menanyakannya saat itu, tapi sayang, ia terlalu anti dengan takhayul. Pada malamnya, Anin menunggu Dio, sang Kekasih datang menjemputnya, dan kekasihnya tak kunjung muncul. Kekasihnya menelepon dengan suara serak dan tidak jelas diiringi decitan memekakkan. Apa yang terjadi sebenarnya? Mungkinkah dua hari yang lalu adalah last seen Dio bagi Anin untuk selama-lamanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • She is . . .
  • SUNSET GARDEN (TERBIT)
  • Janji yang (Tak) Ternoda
  • Untukmu Imamku
  • Dosa dan Kenikmatan
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • Rahasia Suami Dinginku
  • Aini: surat tak terbaca

"nggak apa-apa pak, saya kan sudah bilang kalau saya terbiasa di repotkan" Anin tersenyum dan Azka juga tersenyum atas candaan Anin. Senyum yang membuat Azka ingin masuk lagi kedalam rumah itu. "terimakasih untuk makan malamnya" Anin hanya mengangguk "boleh lain kali saya main lagi kesini" dan lagi-lagi Anin hanya mengangguk, menatap jari-jari kakinya yang sengaja di gerak-gerakannya "boleh saya cium kamu" Anin mengangguk, dan dengan begitu Azka memajukan tubuhnya, memegang bahu Anin untuk meminta perhatian gadis itu, Anin yang tentu saja kaget dengan tindakan itu, menatap Azka dengan pandangan heran, berikutnya mata bulatnya melebar setelah tindakan Azka yang menyatukan bibir mereka seperkian detik. "selamat malam"

More details
WpActionLinkContent Guidelines