We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PERTEMUAN

PERTEMUAN

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 14, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Pernah merasakan jatuh hati pada pandangan pertama? Pernah merasakan kagum dengan apa yang dia lakukan untukmu, walaupun sebatas hal kecil. Seperti menjagamu dari belakang ketika kamu berjalan diantara keramaian? Apakah kamu berharap akan seterusnya seperti itu? Dia tersenyum kepadamu, memperhatikan hal kecil yang begitu sepele yang ternyata membuatmu semakin jatuh hati. *** Dia masih menggenggam ponsel miliknya sambil menoleh ke arah jendela. Tersenyum simpul menatap jendela sambil sesekali menoleh ke sebelah agar teman-temannya tidak menetahui jika dia diam-diam bahagia. Perjalanan menuju kota semarang masih panjang, kereta api masih melaju dengan teratur. Sekali lagi masih menatap ke jendela. Mellihat daerah persawahan, padi mulai menguning , menandakan panen akan segera datang. Bahagia itu, ketika ada seseorang yang ternyata memperhatikanmu dari jauh, walaupun kamu masih menganggap hal yang normal untuk sebuah pertemanan. Sambil menatap layar ponsel, dia segera menerima pesan dan segera mungkin membalasnya. "Sudah sampai mana? Aku masih di solo. Mungkin kita bertemu besok ya. Soalnya aku sampai di semarang bakal malam banget". Segera ia membalas pesan. "Iya. Gak apa-apa. Lagian juga banyak temen. Nyantai aja. Jangan lupa bawa oleh-oleh ya.. hehe". Tak sampai hitungan satu menit, hanphone arlin berbunyi. "Oleh-olehnya aku ya..". Dan seorang dia tersenyum lagi. *** Bagaimana kamu dapat mengartikan hal-hal kecil seperti itu?. Pesan demi pesan kamu peroleh hingga akhirnya kamu bisa berjumpa lagi dengan si pengirim pesan yang selalu membuat kamu terpaku akan layar ponsel. Bagaimana kamu akan mengartikan pertemanan seperti ini?. Tahukah bahwa awal perkenalan waktu itu membuatnya tak bisa berhenti berpikir tentang lelaki itu?. (to be continued)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Titik Yang Benar
  • Secret Admirer
  • Senja merindu fajar
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • You're Here, But Not For Me
  • 74/366
  • DEARWA [END]
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Aku Kamu Dan Dia

Hari ini hujan turun dengan deras. Awan sangat hitam, petir saling menyahut, sama seperti hati ku saat ini. Cuaca ini sangat mewakili hati dan perasaanku, kelabu. Aku berjuang untuk nya, tapi dia tidak. Aku hanya ingin mengambil perhatian nya supaya dia suka padaku. Tapi dia, hanya sebatas menghargai ku saja dan tanpa ada niat untuk membalas perasaanku. Ohhh, itu sangat menyakitkan bagi ku. Dia berkata memiliki rasa yang sama, tapi aku tidak pernah melihat keyakinan dari matanya. Aku hanya bisa berjalan dan menangis karna perjuangan ku tak di hargai,lelah rasanya berjuang sendiri. Sampai di pertengahan kota, aku melihat seorang lelaki membawa payung dan tersenyum hangat yang membuat ku tersipu malu. Dia mengajakku ke rumah nya. Awal nya aku curiga dan merasa was-was kepada lelaki tersebut. Tapi entah aku merasa ingin mengikutinya dan ada dorongan dari mana aku ingin mengikutinya. Ahh, dia menggenggam tanganku yg membuat ku tak bergerak sama sekali, hanya mengikuti langkah nya. Dan sampai di ujung jalan, ada satu rumah yg berbentuk hati. Aku terkejut melihat nya, dia mengajak ku masuk untuk menghangatkan badan dan membilas diri karna aku sangat basah. Sudah berjalan beberapa hari, dia sangat perhatian dengan ku, ia memberikan semua yang sebelum nya belom pernah aku rasakan. Aku merasa berwarna kembali dan tersenyum untuk kesekian kalinya. BTW, itu kata perumpamaan yaa guys. Manaada rumah berbentuk hati, halu deh haha:v Awas typo bertebaran! Cerita pertama di akun ke2🤗 Semoga kalian suka. @_diana283

More details
WpActionLinkContent Guidelines