Yumi The Typo Days

Yumi The Typo Days

  • WpView
    LETTURE 835
  • WpVote
    Voti 102
  • WpPart
    Parti 49
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, gen 25, 2019
"Hai, namaku Reina Yumi. Kalian boleh panggil Reina atau Yumi. Tapi tolong jangan panggil aku Rein. Aku benci itu. Sekarang umurku 14 tahun. Ulang tahunku yaitu di 23 Maret. Senang bertemu dengan kalian!" Yumi adalah anak yang teledor, pelupa, rada budeg lantaran sering pakai headset tapi disayang banyak orang. Dia memiliki 1 kakak dan 1 adik yang bernama Tofu dan Delaine. Dia mempunyai hobi utama yaitu MAKAN. Tapi ada juga hobi lainnya yaitu membaca buku, main Mobile Legends, main Wattpad, main sama teman-temannya, dengerin musik, dan yang paling penting, main HandPhone dan Typo. Ingin tau keseharian Yumi saat hari sekolah atau liburan? Silahkan baca Yumi The Typo Days, Keteledoran yang menyebabkan mudah Typo. Karya asli buatan authornya, ReidinaShyffa.
Tutti i diritti riservati
#8
oneshots
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • 4 Serangkai ( SUDAH TERBIT )
  • SATU DARAH
  • DEVIAN [END]
  • My Childhood Friend Made Me a Girl
  • [✓] SCHOOL SUCKS!! [NCT 00L]
  • ON SIGHT (Completed)

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti