Story cover for A Day Before Summer by catswithme
A Day Before Summer
  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Aug 14, 2016
Memang jodoh itu tak dapat di duga datang dari mana dan kapan.Begitu hal yang sama terjadi pada Shila dan Arfin.


Tak di sangka sebuah koper yang tertukar bisa mengatarkan mereka kelangkah yang lebih jauh.

Setiap langkah yang mereka lalui tak semudah melangkah yang dibayangkan.Banyak sekali batu masalah yang mereka harus hadapi belum lagi lubang masa lalu yang harus mereka tutupi rapat rapat.

Apakah Shila mampu menjalaninya?

Apakah Arfin mampu menjaganya.
All Rights Reserved
Sign up to add A Day Before Summer to your library and receive updates
or
#622bandung
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Being a Good Papa [ End ] cover
Jodohku Sahabatku 2 cover
Benang Kusut Tak Terurai cover
Kembali Bersamamu (END) cover
JnB [JonBa] | 2 Kota ini?  cover
Sang Pemilik Hati (SELESAI) cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover
DHIYA cover

Being a Good Papa [ End ]

23 parts Complete

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."