Last Journey

Last Journey

  • WpView
    LECTURES 219
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., mars 24, 2020
Jani menikmati kehidupannya sebagai seorang reporter. Melakukan perjalanan sampai ke Afrika bahkan hidup nomaden selama satu tahun dari satu negara ke negara lain demi menyajikan sebuah liputan. Sayangnya, perjalanan tidak pernah menghapus masa lalu seseorang. Sejauh apa pun jarak yang Jani tempuh... Masa lalu tidak pernah pergi, ia selalu mengiringi langkahnya bahkan saat orang baru datang dalam kehidupannya sekarang. Pada akhirnya, perjalanan memaksa Jani untuk memilih tetap berjalan bersama orang baru atau mengulangi perjalanannya bersama orang masa lalu?
Tous Droits Réservés
#197
karir
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Miracle of Life
  • PARTY IN THE U.S.A [END]
  • Hilang
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi
  • You Can't Hurry Love [Dihapus Sebagian]
  • Kepada : Rinjani
  • Surat Untukmu
  • Laa Tahzan

Bukannya pergi ke alam baka setelah insiden penembakan yang ia alami, namun pada saat membuka mata, pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah wajah seorang pria rupawan yang membayang tepat di atasnya. Ia dan pria itu sama-sama telanjang dan pria itu berada di atasnya karena sedang menyetubuhinya. Secara refleks, Isvara menonjok wajah pria itu kemudian mendorong tubuhnya agar menyingkir dari atasnya. "Apa yang kau lakukan!" raung pria itu. ****** Situasi dan keadaan macam apa ini? Belum selesai benaknya memikirkan tragedi penembakan yang ia alami, Isvara malah dihadapkan dengan kejadian aneh dan rumit. "Apa kau Raja Zeroun Xerxes Ivanovski? Apa sekarang aku berada di Kerajaan Amalis?" Isvara bertanya hanya untuk memastikan. "Untuk apa bertanya sesuatu yang sudah kau ketahui," desis pria itu. "Sepertinya kau benar-benar kerasukan, Selir Isvara Lavanya," imbuhnya. Jawaban pria itu secara tidak langsung mengiyakan pertanyaannya. Isvara tercenung. Darah di wajahnya seolah tidak mengalir sebagaimana mestinya, wajahnya pucat pasi. Bagaimana mungkin ia berada di sini, di dalam buku fiktif kuno pemberian kakek buyutnya, tempat fiktif yang mungkin tidak tertera dalam peta dunia. ****** Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata. *Pictures in some chapters by pinterest. #1 in Indonesia 14/10/23 #1 in Takdir 18/10/23 #3 in Cinta 18/10/23 #1 in Reinkarnasi 20/10/23 #1 in Fantasy 23/10/23 #1 in Posesif 23/10/23 #1 in Romansa 30/10/23 #1 in Kingdom 07/11/23

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu