Black Q (Sebuah Prototipe)

Black Q (Sebuah Prototipe)

  • WpView
    Reads 515
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 12, 2019
Selamat datang di Q indonesia. kamu tepilih sebagai peserta dalam event yang sedang berlangsung di Q regional ini. Kami tunggu kontribusinya Itu adalah kata-kata yang tertulis dalam pesan yang baru saja kubuka. Aku kira ini adalah penyambutan untuk penulis pemula. Nyatanya tidak. Aneh, dia tahu banyak hal tentangku bahkan sampai hal yang tidak aku ketahui. Warning: membaca cerita ini mengakibatkan mata yang sakit akibat typho yang bertebaran. Sakit perut akibat kedangkalan imajinasi. Atau sakit kepala akibat logika yang tidak saling berhubungan. Gambar: Google image
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melodi Kekacauan [Terbit]
  • Tiga Nama, Dua Dosa
  • Natio
  • Labyrinth Unidirectional Love [END]
  • Impian Untuk Hidup (End)
  • Cerita Cinta Siblings Baldwin Dan Aubrey
  • INSOMNIA [SUDAH TERBIT] ✅
  • NERD [END ✔️]

Perhatian! Cerita ini mungkin sedikit mengandung unsur 21+ Dr. Anaya, seorang psikolog ternama yang dikenal mampu menembus lapisan terdalam pikiran manusia, mendapati dirinya berhadapan dengan kasus paling rumit dalam kariernya. Pasien barunya, Adrian, seorang pria misterius dengan catatan masa lalu yang kabur, didiagnosis dengan gangguan kepribadian antisosial-seorang psikopat. Namun, setiap sesi terapi bersama Adrian membawa Dr. Anaya semakin dekat pada realitas yang mengerikan. Adrian tidak seperti pasien-pasiennya yang lain; ia tidak menunjukkan emosi, tidak ada rasa takut, penyesalan, atau empati. Selama terapi, ia secara halus mulai memanipulasi Dr. Anaya, mengubah dinamika dari seorang pasien menjadi pengendali. Ketika Dr. Anaya mulai merasakan bahwa Adrian mengetahui lebih banyak tentang dirinya daripada yang seharusnya, ia mendapati bahwa hidupnya sendiri mulai terurai. Adrian perlahan-lahan menyeret Dr. Anaya ke dalam permainan psikologis yang mematikan, di mana batas antara kenyataan dan manipulasi mulai kabur. Dalam upaya untuk mendiagnosis Adrian, Dr. Anaya justru mulai kehilangan dirinya sendiri-jiwa dan pikirannya terancam hancur. Dalam cerita penuh ketegangan ini, Dr. Anaya harus menghadapi pertanyaan terbesar. Apakah ia sedang mencoba menyembuhkan seorang pasien, atau terjebak dalam jebakan psikologis yang telah direncanakan dengan cermat oleh seorang tanpa jiwa? Penerbit: Teori Kata Publishing

More details
WpActionLinkContent Guidelines