Story cover for Teman Lama by sahawehlah
Teman Lama
  • WpView
    Reads 2,424
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 2,424
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 6
Complete, First published Aug 15, 2016
Saat Bejo menuju ke ruang 304 dia berpapasan dengan seseorang yang bukan lain adalah teman lamanya. Tapi teman lamanya tersebut mengalami amnesia sehingga dia tidak bisa mengingat Bejo sama sekali. Akankah dia dapat mengingatnya, atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
Sign up to add Teman Lama to your library and receive updates
or
#179webtoon
Content Guidelines
You may also like
Collision Course  by Jaesalee06
18 parts Ongoing
Ini kisah tentang cinta segitiga yang tadinya simpel, tapi tiba-tiba upgrade jadi love polygon. Ada rivalitas level sinetron pagi, dendam yang nempel kayak stiker di helm yang udah kelamaan dijemur, dan anak-anak muda yang masih bingung mau galau atau move on. Ada yang denial setengah mati, ada yang pacaran tapi putus-nyambung kayak kabel casan rusak. Dan di tengah semua drama ini, ada satu 'princess' yang entah sadar atau enggak, dikelilingi para 'pangeran'. Ini beneran kisah cinta atau malah harem modern?! --- Member Blitz mundur beberapa langkah. Bukan karena mereka takut, tapi karena mereka benar-benar ingin masalah ini segera selesai. Tidak apa-apa jika Bianca dan Raja harus beradu argumen sampai mulut mereka berbusa, asalkan ada penyelesaian. Keanu sudah bosan mendengar Raja yang setiap malam memainkan lagu yang sama di piano berulang kali di basecamp. Seolah-olah dentingan nada itu bisa meredakan kekacauan di hatinya. Bramasta? Ia sudah lelah melihat Raja yang terus berolahraga tanpa mengenal kata istirahat, seakan keringat bisa menghapus sesaknya. Bastian dan Mahen memang jarang berada di basecamp sekarang, tapi mereka juga mulai muak dengan panggilan telepon dari Raja yang selalu menanyakan hal yang sama-Bianca masih marah nggak? Gue harus gimana? Sementara Aji dan Langit? Mereka sudah lelah lahir dan batin. Lelah menjadi partner balapan Raja setiap kali hati pemuda itu kacau, menemaninya melampiaskan amarah di lintasan jalanan kota. Lelah juga menghibur Bianca yang, meski bersikap kuat di depan orang lain, tetap saja manusia yang bisa rapuh. Intinya? Tidak ada kenyamanan di Blitz setelah dua sejoli itu putus.
Ruang Paham by tempe15
11 parts Ongoing
Kanaya Putri Dirgantara baru saja memimpikan masa depan yang sempurna bersama Alvaro, kekasihnya. Namun, mimpi itu hancur berkeping saat ia mengetahui Alvaro berselingkuh dengan Bella, sahabat perempuannya sendiri. Luka pengkhianatan itu menganga lebar, dua orang yang dekat dengannya meninggalkan Kanaya dalam kehancuran dan kebencian yang mendalam. Ia bersumpah untuk move on, melupakan setiap jejak Alvaro dari hidupnya. Di tengah upayanya bangkit, Kanaya tak sengaja dipertemukan dengan Kael Alifian, sosok penyendiri dan pendiam yang selalu membuat Kanaya penasaran. Kael hadir tanpa paksaan, tanpa tuntutan, dan entah bagaimana, kehadirannya yang tenang mulai menciptakan "ruang" baru bagi Kanaya untuk bernapas. Perlahan, Kanaya menyadari bahwa ia mulai jatuh cinta pada Kael, sosok yang mampu memberikan kenyamanan dan pengertian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dari Alvaro. Namun, Kanaya segera menyadari bahwa Kael juga memendam luka yang tak kalah dalam. Hati Kael masih terikat pada bayangan masa lalu; ia diam-diam masih mencintai kekasihnya yang telah tiada. Kael melindungi dirinya dengan dinding tebal di sekelilingnya, membuatnya takut untuk membuka diri sepenuhnya pada Kanaya. Ia merasa bersalah jika harus mencintai lagi. Kini, giliran Kanaya. Ia harus berjuang lebih keras, bukan hanya untuk menyembuhkan dirinya sendiri dari masa lalu Alvaro, tetapi juga untuk meyakinkan Kael bahwa mencintai lagi bukanlah pengkhianatan. Bahwa hati yang luas bisa menyimpan kenangan indah masa lalu sambil merangkul kebahagiaan di masa kini. Kanaya harus membuktikan bahwa ia bisa menjadi Ruang Paham bagi Kael, sebuah tempat di mana luka bisa diterima, duka bisa dibagi, dan cinta yang baru bisa tumbuh tanpa beban. Mampukah Kanaya membawa Kael keluar dari bayang-bayang masa lalu? Bisakah mereka berdua menemukan "Ruang Paham" yang sesungguhnya, di mana hati yang terluka dapat saling menyembuhkan dan membangun masa depan bersama?
You may also like
Slide 1 of 10
Collision Course  cover
Bukan DIA cover
Will I Ever Call U Mine? By Kim.Lee [TERBIT] cover
Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓ cover
Matahari Tenggelam di Atas Gelas Kopi cover
Between Goodbye and Hello (Short Story) [End] cover
TIME FOR THE MOON NIGHT | NCT cover
Ruang Paham cover
304's Romance Of Juna Desyca cover
THE NAIAD (transmigrasi) {END} cover

Collision Course

18 parts Ongoing

Ini kisah tentang cinta segitiga yang tadinya simpel, tapi tiba-tiba upgrade jadi love polygon. Ada rivalitas level sinetron pagi, dendam yang nempel kayak stiker di helm yang udah kelamaan dijemur, dan anak-anak muda yang masih bingung mau galau atau move on. Ada yang denial setengah mati, ada yang pacaran tapi putus-nyambung kayak kabel casan rusak. Dan di tengah semua drama ini, ada satu 'princess' yang entah sadar atau enggak, dikelilingi para 'pangeran'. Ini beneran kisah cinta atau malah harem modern?! --- Member Blitz mundur beberapa langkah. Bukan karena mereka takut, tapi karena mereka benar-benar ingin masalah ini segera selesai. Tidak apa-apa jika Bianca dan Raja harus beradu argumen sampai mulut mereka berbusa, asalkan ada penyelesaian. Keanu sudah bosan mendengar Raja yang setiap malam memainkan lagu yang sama di piano berulang kali di basecamp. Seolah-olah dentingan nada itu bisa meredakan kekacauan di hatinya. Bramasta? Ia sudah lelah melihat Raja yang terus berolahraga tanpa mengenal kata istirahat, seakan keringat bisa menghapus sesaknya. Bastian dan Mahen memang jarang berada di basecamp sekarang, tapi mereka juga mulai muak dengan panggilan telepon dari Raja yang selalu menanyakan hal yang sama-Bianca masih marah nggak? Gue harus gimana? Sementara Aji dan Langit? Mereka sudah lelah lahir dan batin. Lelah menjadi partner balapan Raja setiap kali hati pemuda itu kacau, menemaninya melampiaskan amarah di lintasan jalanan kota. Lelah juga menghibur Bianca yang, meski bersikap kuat di depan orang lain, tetap saja manusia yang bisa rapuh. Intinya? Tidak ada kenyamanan di Blitz setelah dua sejoli itu putus.