Barak Tentara (Real)

Barak Tentara (Real)

  • WpView
    Reads 3,018
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 17, 2016
Hari senin-rabu (8-10 agustus) gue dan temen seangkatan berangkat ke Barak Tentara, Bantir, Sumowono, Semarang. Hari pun kita lalui. Malam kedua diadakan renungan malam di aula Diponegoro Menyanyi Indonesia Raya dan Syukur. Suasana hening. Semua konsentrasi. Gue yg di sudut belakang merasa aneh. Perasaan gue nggak tenang pas "mereka" mulai ikut merenung. Ya, gue bisa merasakan kehadirannya. Satu per satu lampu dimatikan. Remang-remang cahaya dari luar. Ada cewek di sudut. "Dia" terlihat galau, kayak merenung. "Nanti bakal ada yg kesurupan. Bagian tengah. Cewek" feeling gue main. Lampu satu per satu dinyalakan kembali. Gue lega masih bisa lihat temen-temen gue. Pas disuruh berdiri, Nancy (nama nggak disamarkan) tiba-tiba jatoh. Terus teriak-teriak. Sebelum ada kesurupan massal, pelatih nyuruh kita keluar dari aula dan dianjurkan wudhu sebelum tidur. Sebelumnya gue lihat Nancy dengan wajah yg asing. Bukan. Dia bukan Nancy. Cewek itu... Menyeringai sebelum gue keluar dari aula.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • kisah horor: teror jam 12 malam
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • Mencari Cahaya di Bandung [ Written By Casha ]
  • RUMAH BEKAS TUMBAL (TAMAT)
  • HatiKu Hanya Untuk Kakak KelasKu "JJK"
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)

pernahkah kau merasakan sesuatu yang aneh saat tengah malam? suara-suara tak bertuan, bayangan-bayangan hitam berkelebatan di kegelepan, atau sosok yang memperhatikanmu dan tersenyum dari tempat yang bahkan kau sendiri tidak tahu. pernakah kau merinding terasa dingin dan ada sebuah embusan angin dingin menyapu wajahmu? jika iya, berarti... selamat! kau sangat beuntung, karena kau sedang mengalami apa yang kusebut dengan teror tengah malam. kisah-kisah dalam buku ini akan membuatmu mengerti apa yang kumaksud. teror yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya, teror yang bahkan lebih buruk dari mimpi terburukmu. simaklah sebelum tengah malam tiba. tarik napas dalam-dalam, dan selami satu per satu teror yang akan kau temui. ingat, waktumu tidak banyak. ada baiknya kau memulai perjalananmu... sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines