Barak Tentara (Real)

Barak Tentara (Real)

  • WpView
    Reads 3,016
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 17, 2016
Hari senin-rabu (8-10 agustus) gue dan temen seangkatan berangkat ke Barak Tentara, Bantir, Sumowono, Semarang. Hari pun kita lalui. Malam kedua diadakan renungan malam di aula Diponegoro Menyanyi Indonesia Raya dan Syukur. Suasana hening. Semua konsentrasi. Gue yg di sudut belakang merasa aneh. Perasaan gue nggak tenang pas "mereka" mulai ikut merenung. Ya, gue bisa merasakan kehadirannya. Satu per satu lampu dimatikan. Remang-remang cahaya dari luar. Ada cewek di sudut. "Dia" terlihat galau, kayak merenung. "Nanti bakal ada yg kesurupan. Bagian tengah. Cewek" feeling gue main. Lampu satu per satu dinyalakan kembali. Gue lega masih bisa lihat temen-temen gue. Pas disuruh berdiri, Nancy (nama nggak disamarkan) tiba-tiba jatoh. Terus teriak-teriak. Sebelum ada kesurupan massal, pelatih nyuruh kita keluar dari aula dan dianjurkan wudhu sebelum tidur. Sebelumnya gue lihat Nancy dengan wajah yg asing. Bukan. Dia bukan Nancy. Cewek itu... Menyeringai sebelum gue keluar dari aula.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KKN DI DESA PENARI (Versi Widya)
  • Mencari Cahaya di Bandung [ Written By Casha ]
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • HatiKu Hanya Untuk Kakak KelasKu "JJK"
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • kisah horor: teror jam 12 malam
  • Batavia 1920
  • Kisah {Complete}

Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa? karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami, sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari. sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal. sebelumnya, penulis tidak mendapat ijin untuk memposting cerita ini dari yang empunya cerita, karena beliau memiliki ketakutan sendiri pada beberapa hal, yang meliputi kampus, dan desa tempat KKN di adakan. tetapi, karena penulis berpikir bahwa cerita ini memiliki banyak pelajaran yang mungkin bisa dipetik terlepas dari pengalaman sang pemilik cerita akhirnya, kami sepakat, bahwa, semua yang berhubungan dengan cerita ini, meliputi nama kampus, fakultas, Desa dan latar cerita, akan sangat di rahasiakan. jadi buat teman-teman yang membaca cerita ini, yang mungkin tahu, atau merasa familiar dengan beberapa tempat yang meski di samarkan ini, di mohon, untuk diam saja, atau merahasiakan semuanya, karena ini sudah menjadi janji penulis dan pemilik cerita -SimpleMan

More details
WpActionLinkContent Guidelines